Definisi Minimal Organisasi Revolusioner

Sebab tujuan utama dari organisasi revolusioner adalah peruntuhan segala kelas-kelas yang ada dengan cara tanpa menghadirkan pemisahan baru didalam masyarakat, kami menganggap suatu organisasi itu bersifat revolusioner apabila ia secara konsisten dan efektif bergerak menuju perealisasian secara internasional dari kekuasaan abosolut dewan-dewan pekerja, seperti yang telah dibayangkan dalam pengalaman revolusi proletariat di abad ini.

Continue reading “Definisi Minimal Organisasi Revolusioner”

Latar belakang Panflet ‘Tentang Kemiskinan Hidup Mahasiswa’

Tentang Kemiskinan Hidup Mahasiswa: Sebuah Pertimbangan dari aspek Ekonomi, Politik, Seksual, Psikologis dan Terutama intelektual dan pertimbangan Tentang Beberapa cara untuk Mengobatinya (Prancis: De la misère en milieu étudiant considérée sous ses aspects économique, politique, psychologique, sexuel et notamment intellectuel et de quelques moyens pour y remédier) meerupakan panflet yang dipublikasikan pertama kali oleh Mahasiswa Universitas Strasbourg dan Situasionis Internasional (SI) pada tahun 1966.[1] Dengan menyerang ketertundukan mahasiswa dan berbagai strategi mahasiswa radikal, panflet ini menyebabkan kegemparan yang signifikan, hingga menyebabkan tersebarnya ide-ide situasionis, dan mendorong kejadian Mei 1968 di Prancis.

Continue reading “Latar belakang Panflet ‘Tentang Kemiskinan Hidup Mahasiswa’”

Definisi-Definisi

Catatan penyunting: Tulisan ini merupakan revisi dari terjemahan di http://situasionis-internasional.blogspot.co.id/2014/01/definisi-definisi.html (disunting pada tanggal 31 Mei 2017)
Catatan penerjemah: seluruh definisi ini dikonstruksi dan diartikulasikan oleh Situationnist International dalam kerangka sebagai alat bantu bagi mereka yang berada di luar lingkar grup ini untuk dapat memahami analisis yang menggunakan terminologi seperti di bawah ini dalam teks-teks mereka. Penting untuk dipahami bahwa kerangka analisis dan interpretasi definisi ini tidaklah bisa diletakkan dalam pendekatan yang justru “anti-situasionist”. Definisi-definisi ini juga tidak bisa diartikan sebagai bagian yang terpisah dan dapat berdiri sendiri tanpa melihat relasinya dengan terma-terma lain yang mendukung tesis-tesis dalam sebuah tulisan yang diproduksi oleh Situationist International.

Continue reading “Definisi-Definisi”

Tesis Mengenai Komune Paris

GUY DEBORD, ATTILA KOTÁNYI & RAOUL VANEIGEM

18 MARET 1962

Diterjemahkan dari bahasa Prancis ke Inggris oleh Ken Knabb

Diterjemahkan dari Inggris ke Indonesia oleh Illmanuscript

image

1

“Gerakan pekerja klasik harus diperiksa ulang dengan tanpa ilusi apapun, khususnya tanpa satupun ilusi dari berbagai macam pewaris politis dan teoritis semu nya, sebab semua yang mereka warisi adalah kegagalannya. Kesuksesan semu dari gerakan ini sebenarnya adalah kegagalan fundamentalnya (reformisme atau pembentukan birokrasi negara), sementara kegagalannya (Komune Paris atau pemberontakan Asturian tahun 1934) merupakan kesuksesannya yang paling menjanjikan sejauh ini, bagi kita dan bagi masa depan.” (Internationale Situationniste #7 [The Bad Days Will End])

Continue reading “Tesis Mengenai Komune Paris”

Penggunaan Waktu Luang

image

Catatan Editorial, Internationale Situationniste #4 (June 1960)

Perkataan basi yang paling cetek dan yang terus-menerus diulang-ulangi oleh sosiolog kiri beberapa tahun belakangan, yakni waktu luang telah menjadi faktor utama didalam masyarakat kapitalis tahap lanjut. Perkataan ini merupakan basis dari berbagai debat-debat tentang mendukung ataupun melawan pentingnya kebangkitan reformis dari standar kehidupan, atau dari partisipasi pekerja dalam nilai-nilai yang berlaku di masyarakat yang kedalamnya mereka semakin terintegrasi. Continue reading “Penggunaan Waktu Luang”

Tesis Situasionis Tentang Lalu Lintas

GUY DEBORD

 

Internationale Situationniste #3 (November 1959)

Diterjemahkan ke inggris oleh Ken Knabb

Diterjemahkan suka-suka ke Indonesia oleh Solitary Flaneur

1

KESALAHAN YANG DILAKUKAN oleh semua perencana kota adalah secara esensial memahami kendaraan pribadi (dan hasil tambahannya, seperti motor) sebagai sarana transportasi. Dalam kenyataan, itu adalah simbol materil terpenting dari gagasan mengenai kebahagiaan yang cenderung disebarkan oleh kapitalisme tahap lanjut ke seluruh masyarakat. Kendaraan berada di tengah propaganda umum ini, baik sebagai barang terpenting dari ‘hidup yang teralienasi’ maupun sebagai produk inti dari pasar kapitalis: Sudah umum diketahui di tahun ini bahwa kemakmuran ekonomi Amerika dekat-dekat ini akan bergantung pada kesuksesan slogan “Dua mobil per keluarga.”

Continue reading “Tesis Situasionis Tentang Lalu Lintas”

Ditujukan Kepada Semua Pekerja

KOMITE ENRAGÉ-SITUATIONIST INTERNATIONAL
DEWAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PENDUDUKAN
30 Mei 1968

Kamerad,

Kabar mengenai apa yang kita telah lakukan di Prancis telah menghantui Eropa dan sebentar lagi akan mengancam semua kelas berkuasa di dunia, mulai dari para birokrat Moskow dan Peking sampai miliarder Washington dan Tokyo. Sama seperti kita yang telah membuat Prancis berdansa, proletariat internasional akan sekali lagi menyerang kapital semua negara dan semua benteng alienasi. Pendudukan atas pabrik-pabrik dan bangunan publik diseluruh negara tidak hanya menghentikan fungsi dari ekonomi, tapi juga telah membuat orang-orang mempertanyakan masyarakat. Pergerakan mendalam mengarahkan hampir setiap sektor populasi untuk mencari transformasi nyata atas kehidupan. Ini adalah awal dari pergerakan revolusioner, pergerakan yang tidak kekurangan apapun selain kesadaran tentang apa yang telah dihasilkannya dalam rangka mencapai kemenangan. Continue reading “Ditujukan Kepada Semua Pekerja”

Tentang Kemiskinan Toko Buku

Internationale Situationniste #11 (Oktober 1967)
Translated by Reuben Keehan, ke Indonesia oleh (Neuro)Siska(tastrophe!)

KITA TELAH DIPAKSA untuk menarik publikasi kita di toko buku “La Vielle Taupe.” Pemiliknya¹ memiliki terlalu banyak tuntutan revolusioner untuk dianggap sebagai orang yang netral — dengan mempertimbangkan tulisan-tulisan yang terpajang di toko tersebut; tapi terlalu sedikit ketegasan dalam aktivitasnya untuk dianggap sebagai orang yang revolusioner (membiarkan kehadiran berkepanjangan dan percakapan sinting, termasuk kaum Maois).

Yang lebih serius: kami dengan formal membantah bahwa penjual buku dan editor, Georges Nataf (26 rue des Boulangers, Paris 5e) pernah diakui oleh para situasionis untuk menghadirkan dirinya sendiri sebagai orang yang bertanggungjawab atau pantas untuk pemublikasian atau menerbitkan kembali jurnal Internationale Situationniste, atau tulisan SI lainnya. Penipuan ini (yang motivasinya kami bayangkan lebih bersifat emosional ketimbang ekonomis) kami bantah dengan tajam pada Juni dengan cara mengintervensi secara langsung yang tidak dapat diacuhkan oleh siapapun yang mengetahui dirinya (Georges Nataf).

Catatan:
1. Pierre Guillaume (b.1941), bekas anggota Socialisme ou Barbarie, yang baru-baru ini merupakan negasionis  (atau revisionis holocaust) terkemuka dan penulis dari pemikiran yang entah dengan cara apa dapat dipertanyakan oleh Guy Debord (La Vielle Taupe 1, Spring 1995).

Situasionis Internasional (Based On Wikipedia)

image

Situasionis Internasional (SI) adalah organisasi internasional, beranggotakan kaum revolusioner sosial yang terdiri atas seniman, intelektual, dan teoretisi politik avant-garde yang terkenal di Eropa sejak pembentukannya pada 1957 sampai pembubarannya pada tahun 1972.

Pondasi intelektual SI berasal terutama dari marxisme anti-otoritarian dan gerakan seni avant-garde dari awal abad 20, khususnya aliran Dadais dan Surealisme. Secara umum, teori situasionis merepresentasikan percobaan untuk mensintesiskan beragam bidang displin teoritis untuk dijadikan kritik modern dan komprehensif terhadap kapitalisme tahap lanjut pertengahan abad-20. Situasionis berpendapat bahwa kapitalisme telah banyak berubah sejak penerbitan tulisan-tulisan awal Marx, namun tetap yakin bahwa analisis Marx mengenai modus produksi kapitalisme tetap benar secara fundamental; mereka mengartikulasikan kembali dan memperluas beberapa konsep klasik marxis, seperti teori tentang alienasi. Dalam interpretasi SI atas teori marxis yang mereka perluas tersebut, kaum situasionis menegaskan bahwa penderitaan dari alienasi sosial dan fetisisme komoditi tidak lagi hanya terbatas pada komponen fundamental dari masyarakat kapitalis, sebab pada saat ini, dimana masyarakat telah berada dalam kapitalisme tahap lanjut, penderitaan tersebut telah tersebar disetiap aspek kehidupan dan kebudayaan. SI menolak ide mengenai keberhasilan nyata kapitalisme tahap lanjut – seperti kemajuan teknologi, peningkatan pemasukan, dan peningkatan waktu luang – yang tidak akan pernah dapat melebihi disfungsi sosial dan degradasi kehidupan keseharian yang ditimbulkannya terus-menerus.

Hal yang terpenting dari teori situasionis adalah konsepnya tentang spectacle, kritik terpadu terhadap kapitalisme tahap lanjut yang mana perhatian utamanya adalah progresifnya peningkatan tendensi menuju ekspresi dan mediasi dari relasi sosial melalui objek.  Kaum situasionis percaya bahwa perubahan ekspresi individual melalui pengalaman hidup langsung, atau pemuasan langsung dari hasrat otentik, menuju ekspresi individual yang terwakili melalui pertukaran atau konsumsi komoditi, atau alienasi second-hand yang pasif, menimbulkan kerusakan yang signifikan dan luas terhadap kualitas kehidupan manusia baik bagi individu maupun masyarakat. Konsep penting lainnya dari teori situasionis adalah mengenai sarana utamanya untuk menangkal spectacle; pengkonstruksian situasi, momen kehidupan yang dikonstruk dengan sengaja untuk tujuan membangunkan kembali dan mengejar hasrat otentik, mengalami perasaan kehidupan dan petualangan, dan pembebasan atas kehidupan keseharian. 

Ketika pertama kali dibentuk, SI pada pokoknya memiliki fokus artistik; menitikberatkan pada konsep seperti urbanisme kesatuan dan psychogeografi. Bagaimanapun, secara bertahap fokus tersebut berubah menuju lebih kepada teori politik dan revolusioner. SI mencapai puncak output dan pengaruh kreatif mereka pada 1967 dan 1968,  dimana dua tulisan paling signifikan dari gerakan situasionis diterbitkan, yakni 

The Society of the Spectacle oleh Guy Debord dan The Revolution of Everyday Life oleh Raoul Vaneigem

Tulisan berisi ekspresi dan teori politik dari dua tulisan yang disebutkan diatas, bersama dengan penerbitan situasionis lainnya membuktikan pengaruh besarnya dalam membentuk ide dibalik insureksi Mei 1968 di Prancis; kutipan-kutipan, frase, dan slogan yang diambil dari tulisan dan publikasi situasionis banyak tersebar di poster-poster dan grafiti-grafiti diseluruh Prancis selama berlangsungnya insureksi.

Etimologi dan Penggunaan

Istilah “situasionis” mengacu pada konstruksi atas situasi, suatu konsep sentral awal dari situasionis Internasional; istilah tersebut juga mengacu pada setiap individu yang saling berhubungan dalam konstruksi atas situasi, atau lebih khususnya, mengacu pada anggota dari SI. Teori situasionis melihat situasi sebagai alat untuk pembebasan hidup keseharian, metode untuk menegasikan alienasi yang menyertai spectacle. Manifesto pendirian dari Situasionis Internasional, Laporan mengenai Konstruksi atas Situasi (1957), mendefinisikan konstruksi atas situasi sebagai “konstruksi konkrit atas suasana sesaat dari kehidupan dan transformasinya menuju kualitas kesenangan yang lebih besar.” 

Internationale Situationniste #1 (June 1958) mendefinisikan situasi yang telah dikonstruk itu sebagai “momen kehidupan yang secara konkrit dan sengaja dikonstruk oleh organisasi kolektif  dalam suasana kesatuan dan permainan peristiwa-peristiwa.” Kaum situasionis berargumen bahwa kapitalisme tahap lanjut memanufakturisasi hasrat yang palsu; secara harfiah dalam artian pengiklanan dimana-mana dan glorifikasi dari kapital yang berakumulasi, dan lebih luasnya dalam abstraksi dan reifikasi dari pengalaman sementara dari kehidupan otentik menuju komoditi. arah eksperimental dari aktivitas kaum situasionis terdiri dari menyesuaian linkungan temporer yang menguntungkan bagi pemenuhan hasrat otentik dan nyata manusia sebagai responnya.

SI menolak dengan tegas penggunaan istilah “situasionisme”, yang mana disebut Debord sebagai “istilah tak bermakna”, menandaskan bahwa “tidak ada sesuatu hal seperti situasionisme, yang mana akan berarti doktrin untuk menginterpretasi kondisi yang ada”. Kaum situasionis mempertahankan sikap oposisi filosofisnya terhadap semua ideologi, menganggapnya sebagai superstruktur abstrak yang pada akhirnya berperan hanya untuk menjustifikasi landasan ekonomi dari masyarakat yang ada; karenanya, mereka menolak “situasionisme” sebagai konsep yang absurd dan kontradiktif. Dalam The Society of Spectacle, Debord menyatakan ideologi sebagai “keinginan abstrak atas universalitas dan ilusi daripadanya” yang mana “dilegitimasi didalam masyarakat modern oleh abstraksi universal dan oleh kediktatoran efektif dari ilusi”. Bagaimanapun, terlepas dari desakan mereka pada titik ini, istilah “situasionisme” tetap sekali-kali digunakan sebagai acuan atas situasionis Internasional.