Hasrat yang Dipersenjatai; A’s dan Impuls kreatif

Wolfi Landstreicher

..kegairahan, kelimpahan, kemurahhatian yang boros, kesegeraan, ketidaksopanan dan permainan adalah kunci untuk menemukan kembali (atau lebih merupakan menciptakan kembali) kreativitas dengan cara yang anarkis. Disini tidak ada tempat bagi penolakan atau penolakan-diri.

Tanpa perlu dikatakan lagi, kreativitas merupakan hal yang mendasar dalam praktik A’s. Namun ketika pengulangan ide-ide dan praktik tua terjadi tanpa berkesudahan, tuntutan akan model-model terus diulangi dan, mungkin yang paling parah, kecenderungan untuk berpaling ke ide-ide marxis dan kiri akademis untuk dijadikan sumber stimulan intelektual merupakan indikasi bahwa imajinasi praktis di dalam lingkaran A’s sudah layu, setidaknya itulah yang terjadi di Amerika, sehingga mungkin sudah waktunya untuk menelusuri persoalan tentang kreativitas dengan lebih dalam. Tentunya penelusuran ini lebih mudah ketimbang menelusuri semua kegagalan-kegagalan anarkis masa kini. Jadi, saya ingin berbagi ide tentang kreativitas, imajinasi, dan hasrat yang selama beberapa tahun telah kugeluti, menelusuri dan bereksperimen dengan cara-cara penerapannya dalam kehidupanku dan hubunganku, dengan harapan agar mereka yang ingin melampaui kondisi yang tidak mengenakkan ini dapat menemukan minat mereka.

Continue reading “Hasrat yang Dipersenjatai; A’s dan Impuls kreatif”

Advertisements

TESIS MENGENAI REVOLUSI KEBUDAYAAN

Image result for cultural revolution

Guy Debord

1

Tujuan tradisional dari estetika adalah untuk membuat orang merasakan — dalam kekurangan dan ketiadaannya — suatu unsur tertentu dari kehidupan yang mana melalui mediasi seni akan terlepas dari membingungkannya penampilan/ appearance, mengingat penampilan itu ditentukan oleh waktu. Dengan demikian, tingkat keberhasilan dari estetika diukur melalui keindahan yang tak dapat dipisahkan dari durasi, dan bahkan cenderung mengklaim keabadian. Tujuan situationis adalah partisipasi langsung dalam kelimpahan gairah kehidupan, melalui beragam momen-momen sekilas yang diatata dengan teliti. Keberhasilan momen-momen ini hanya dapat menjadi efek sekilasnya saja. Situasionis memahami aktivitas kebudayaan, dari sudut pandang totalitas, sebagai metode eksperimental untuk mengkonstruk hidup keseharian, yang dapat dengan permanen dikembangkan melalui peningkatan waktu luang dan penghilangan pembagian kerja (dimulai dengan pembagian kerja artistik). Continue reading “TESIS MENGENAI REVOLUSI KEBUDAYAAN”

Logika Insureksi

Alfredo M. Bonanno
1984

Kalau kita mendengarkan kata insureksi, kita sering langsung memikirkan tentang beberapa momen pemberontakan di masa lalu, atau membayangkan pertempuran yang serupa di masa depan. Insureksi spontan terjadi ketika orang-orang didorong (dieksploitasi) hingga melampaui batas ketahanan mereka. Beberapa kejadian telah terjadi: pertempuran jalanan, penyerangan atas polisi, penghancuran simbol-simbol kapitalisme (bank, toko perhiasan, supermarket, dsb). Sementara momen-momen kekerasan massa seperti itu terjadi, kaum anarkis masih belum siap, terpukau dengan kenyataan bahwa apatisme hari kemarin, hari ini berubah menjadi ledakan kemarahan. Continue reading “Logika Insureksi”

Deleuze & Guattari: Sebuah Pengantar Bagi AO’s

27 Agustus 2015 oleh Life Glug

Tulisan ini merupakan versi yang telah dimodifikasi dari artikel yang ada di majalah Organise!

_______________________________________

 

Gilles Deleuze dan Felix Guattari (D&G) adalah filsuf Prancis yang mulai terkenal pada masa-masa pemberontakan Mei 1968 di Paris. Pengalaman mereka didalam kejadian tersebut membuahkan karya dua volume mereka, ‘Kapitalisme dan Skizofrenia’, karya menyuguhkan kita berbagai alat yang dapat digunakan untuk menganalisis dinamika kapitalisme dan negara. Mereka menyajikan beragam referensi, menggabungkan konsep filosofis Marx, Freud dan Nietzsche dengan teori chaos, biologi evolusioner, geologi dan antropologi (diantara sekian banyak lainnya). Dengan disediakannya berbagai macam sumber ini, — yang berarti bahwa terdapat berbagai macam cara untuk berurusan dengan ide-ide Deleuze dan Guattari — kaum anarkis kemungkinan besar akan sangat tertarik dengan penekanan D&G soal penciptaan kondisi yang terbebas dari segala bentuk dominasi, baik materil maupun psikologis.

Continue reading “Deleuze & Guattari: Sebuah Pengantar Bagi AO’s”

Apa Yang Kupercayai dan Bagaimana Sampai Aku Mempercayainya

Wayne Price

2008

Ditulis untuk http://www.Anarkismo.net
Secara orisinil bersumber dari bagian pengantar “The Abolition of the State: Anarchist and Marxist Perspectives” oleh Wayne Price, sebuah kompilasi esai, yang kebanyakan dari Anarkismo.net

Esai berikut akan meliputi beragam topik, ditulis pada waktu-waktu berbeda, tapi keseluruhannya tetap merefleksikan sudut pandang yang khusus. Aku bukanlah juru bicara bagi siapapun dan tidak mengklaim diri sebagai seorang “anarkis ortodoks,” apapun rupanya. Namun, pandanganku kurang lebih cukup konsisten dengan tendensi utama dari beberapa pemikiran anarkis tradisional dan yang ada hari ini.

Continue reading “Apa Yang Kupercayai dan Bagaimana Sampai Aku Mempercayainya”

Anarkisme Sebagai Bentuk Ekstrim Dari Demokrasi

Oleh Wayne Price

Setelah Marxisme dan sosialisme-negara secara umum terus didiskreditkan, terdapat tendensi kaum kiri untuk berpaling ke tradisi lain, yakni revolusi demokratik. Demokrasi dapat dipandang sebagai landasan oposisional terhadap otoritarianisme masyarakat kapitalis (Morrison 1995; Mouffe 1992; Trend 1996; Wood 1995). Salah satu karya berpengaruh menyimpulkan bahwa “tugas kaum kiri, karenanya, bukanlah untuk meninggalkan ideologi demokratik liberal, tapi sebaliknya, memperdalam dan memperluasnya menuju arah demokrasi yang radikal dan plural …. Sosialisme merupakan salah satu komponen dari proyek untuk demokrasi radikal, bukan sebaliknya” (Laclau dan Mouffe, 1985, pp. 176, 178).

Continue reading “Anarkisme Sebagai Bentuk Ekstrim Dari Demokrasi”

Beberapa Pemikiran Mengenai ‘Ketiadaan Kreatif (Creative nothing)’

Castanea Dentata

109

Ungkapan “ketiadaan kreatif (creative nothing)” adalah salah satu dari berbagai ungkapan menarik yang ada didalam karya besar Stirner, “The Unique and Its Property”(Der Einzige und sein Eigentum). Ungkapan tersebut hanya muncul dua kali, sekali dalam pengantar yang berjudul “I Have Based My Affair On Nothing”, dan lagi didalam bab terakhir yang berjudul “The Unique One”. Apa tepatnya ketiadaan kreatif itu, atau mungkin lebih singkatnya, apa yang dimaksud Stirner dalam istilahnya “ketiadaan kreatif”?

Continue reading “Beberapa Pemikiran Mengenai ‘Ketiadaan Kreatif (Creative nothing)’”

1968 : – Kronologi Kejadian di Prancis

FRANCE. Paris. Student demonstration. May 68.
FRANCE. Paris. Student demonstration. May 68.
Diterjemahkan dari beberapa bagian tulisan 1968 : – a chronology of events in France and internationally, Libcom.org (https://libcom.org/history/1968-chronology-events-France-%2526-internationally)

Sebuah kronologi singkat dari kejadian yang menyapu Prancis pada bulan Mei dan Juni tahun 1968. Berawal sebagai pemberontakan mahasiswa, kejadian tersebut berakhir dengan pendudukan pabrik secara massal dan pemogokan umum oleh 10 juta pekerja.

 

Continue reading “1968 : – Kronologi Kejadian di Prancis”

Politikmu Terlalu Membosankan!

Nadia C., CrimethInc.

 

image

Akui saja, politikmu terlalu membosankan. Kau jelas tahu bahwa memang begitulah adanya. Kalau memang tidak, lantas kenapa semua orang merasa jijik ketika kau mengatakan kata itu (politik)? Lantas kenapa semua peserta didalam pertemuan kelompok diskusi teori mu jatuh kedalam titik terendah dalam eksistensinya?Lantas kenapa kaum proletar tertindas tidak menyadari politikmu dan bergabung denganmu dalam pertarungan pembebasan dunia? Continue reading “Politikmu Terlalu Membosankan!”