Deleuze & Guattari: Sebuah Pengantar Bagi Anarkis Komunis

27 Agustus 2015 oleh Life Glug

Tulisan ini merupakan versi yang telah dimodifikasi dari artikel yang hadir di majalah Organise!

_______________________________________

 

Gilles Deleuze dan Felix Guattari adalah filsuf Prancis yang mulai terkenal disekitaran kejadian pemberontakan Mei 1968. Pengalaman mereka di kejadian tersebut membuahkan karya dua volume mereka ‘Kapitalisme dan Skizofrenia’, dimana didalam karya tersebut mereka mennyodorkan berbagai alat untuk menganalisis dinamika kapitalisme dan negara. Mereka menyajikan susunan sumber-sumber yang masif, menggabungkan konsep filosofis dari Marx, Freud dan Nietzsche, dengan wawasan dari teori chaos, biologi evolusioner, geologi dan antropologi (diantara sekian banyak lainnya). Sementara karena disediakannya berbagai macam sumber ini yang berarti bahwa terdapat berbagai macam cara untuk berurusan dengan ide-ide Deleuze dan Guattari, kaum anarkis kemungkinan besar akan sangat tertarik dengan penekanan D&G soal penciptaan kondisi yang bebas dari segala bentuk dominasi, baik materil maupun psikologis.

Continue reading “Deleuze & Guattari: Sebuah Pengantar Bagi Anarkis Komunis”

Anarkisme Sebagai Bentuk Demokrasi Ekstrim

Oleh Wayne Price

Setelah Marxisme dan sosialisme-negara secara umum terus didiskreditkan, terdapat tendensi kaum kiri untuk berpaling ke tradisi lain, yakni revolusi demokratik. Demokrasi dapat dipandang sebagai landasan oposisi terhadap otoritarianisme masyarakat kapitalis (Morrison 1995; Mouffe 1992; Trend 1996; Wood 1995). Salah satu karya berpengaruh menyimpulkan, “tugas dari kaum kiri, karenanya, bukanlah untuk meninggalkan ideologi demokratik liberal, tapi sebaliknya, memperdalam dan memperluasnya menuju arah demokrasi yang radikal dan plural …. Sosialisme merupakan salah satu komponen dari proyek untuk demokrasi radikal, bukan sebaliknya” (Laclau dan Mouffe, 1985, pp. 176, 178).

Continue reading “Anarkisme Sebagai Bentuk Demokrasi Ekstrim”

Beberapa Pemikiran Mengenai ‘Ketiadaan Kreatif (Creative nothing)’

Castanea Dentata

109

Ungkapan “ketiadaan kreatif (creative nothing)” adalah salah satu dari berbagai ungkapan menarik yang ada didalam karya besar Stirner, “The Unique and Its Property”(Der Einzige und sein Eigentum). Ungkapan tersebut hanya muncul dua kali, sekali dalam pengantar yang berjudul “I Have Based My Affair On Nothing”, dan lagi didalam bab terakhir yang berjudul “The Unique One”. Apa tepatnya ketiadaan kreatif itu, atau mungkin lebih singkatnya, apa yang dimaksud Stirner dalam istilahnya “ketiadaan kreatif”?

Continue reading “Beberapa Pemikiran Mengenai ‘Ketiadaan Kreatif (Creative nothing)’”

1968 : – Kronologi Kejadian di Prancis

FRANCE. Paris. Student demonstration. May 68.
FRANCE. Paris. Student demonstration. May 68.
Diterjemahkan dari beberapa bagian tulisan 1968 : – a chronology of events in France and internationally, Libcom.org (https://libcom.org/history/1968-chronology-events-France-%2526-internationally)

Sebuah kronologi singkat dari kejadian yang menyapu Prancis pada bulan Mei dan Juni tahun 1968. Berawal sebagai pemberontakan mahasiswa, kejadian tersebut berakhir dengan pendudukan pabrik secara massal dan pemogokan umum oleh 10 juta pekerja.

 

Continue reading “1968 : – Kronologi Kejadian di Prancis”

Politikmu Terlalu Membosankan!

Nadia C., CrimethInc.

 

image

Akui saja, politikmu terlalu membosankan. Kau jelas tahu bahwa memang begitulah adanya. Kalau memang tidak, lantas kenapa semua orang merasa jijik ketika kau mengatakan kata itu (politik)? Lantas kenapa semua peserta didalam pertemuan kelompok diskusi teori mu jatuh kedalam titik terendah dalam eksistensinya?Lantas kenapa kaum proletar tertindas tidak menyadari politikmu dan bergabung denganmu dalam pertarungan pembebasan dunia? Continue reading “Politikmu Terlalu Membosankan!”

Manifesto Situasionis

17 May 1960
dicetak ulang dalam Internationale Situationniste #4 (Juni 1960)

Translated by Fabian Thompsett, Diterjemahkan ke Indonesia oleh (Neuro)Siska(tastrophe!)

KERANGKA KERJA YANG SUDAH ADA tidak dapat menundukkan kekuatan manusia baru yang kian bertambah berdampingan dengan perkembangan massif dari teknologi dan ketidakpuasan atas kemungkinan penggunaannya dalam kehidupan sosial kita yang nonsense ini.

Alienasi dan penindasan didalam masyarakat tidak dapat terdistribusi diantara sejumlah besar varian, tapi hanya ditolak en bloc (sepenuhnya) dengan masyarakat yang ada ini. Semua gerak kemajuan yang nyata sudah jelas tertunda sampai muncul suatu solusi revolusioner yang menanggapi krisis-krisis berbagai bentuk yang ada sekarang.

Continue reading “Manifesto Situasionis”

MOMEN-MOMEN KEMUNGKINAN // GENEALOGI PERLAWANAN

Aksi adalah perjuangan untuk membentuk dunia, untuk menciptakannya…. Melakukan aksi adalah sekaligus merupakan bentuk pengetahuan dan pemberontakan… aksi adalah pencarian atas dan pembangunan dari yang umum, yang maksudnya adalah afirmasi atas imanensi abslout.

– Antonio Negri

 

Momen-momen kemungkinan terjadinya perpecahan – Yves Fremion menyebutnya “orgasme sejarah.” Dari pembangkangan budak Yunani sampai penambang San Fransisco, dari Brethren of the Free Spirit sampai Provos Belanda, ledakan sosial ini membebaskan kekuatan imajinasi kolektif dengan cara yang hampir tidak pernah diapresiasi oleh sejarah konvensional. Muncul dengan tanpa pemimpin atau petunjuk dari struktur institusional, mereka membuka jendela menuju kemungkinan dimana segalanya dapat dirubah sekaligus dan dunia dibuat sama sekali baru. Dalam momen-momen ini, pembatas yang memisahkan orang-orang kini terbuka menuju periode yang diperbarui dari kreativitas sosial dan insurgensi. Pekerja berbicara dan mengorganisir dengan mahasiswa, seniman berkolaborasi dengan pengorganisir perumahan, batasan mendasar diantara kategori-kategori ini meluntur seiring antagonisme singular berkombinasi dan dikombinasi ulang. Dimana sebelumnya terdapat perjuangan yang banyak namun terpisah, perjuangan yang sama ini kini digandakan, ditransformasikan, difusikan, dan ditingkatkan secara eksponen dalam kehadirannya dan potensinya. Ini tidak untuk mengatakan bahwa mereka terhomogenisasi atau dikombinasikan menjadi satu hal, tapi lebih kepada situasi dimana komplementaritas dan afinitas berjalin berkelindan, strategi baru yang bergerak dengan langkah yang bersifat ritmik melalui serat-serat/ fabric sosial.

Bentuk-bentuk baru ini mengungkapkan sedikit bentuk dunia masa depan, mengungkapkan kemungkinan untuk membebaskan apa yang ada di hari ini. Kita dapat menelusuri koneksi diantara mereka, sebuah genealogi perlawanan yang menggambarkan secara bersamaan sejarah tersembunyi dan petunjuk arah menuju masa depan.  Tiap-tiap bentuk mengandung kesulitan dan komplikasi, tempat dimana orang harus menggandakan kepercayaannya dan mengambil resiko untuk menjalani sesuatu yang tidak mungkin. Adalah dari momen-momen inilah, dari ruang kreasi inilah, kita dapat belajar dengan sangat baik. Dari College of Sociology yang merubah festival dan acara sakral menjadi perlawanan sampai budaya DIY punk yang menciptakan relasi sosial dan bentuk produksi yang baru, momen-momen ini tidak hanya mengandung praktik untuk diadaptasi dan dilancarkan ulang secara kreatif, tapi juga dalam dirinya sendiri adalah cara memahami dunia dan bentuk penelitian dalam aksi.

Untuk memperlakukan praktik sebagai bentuk mengetahui, dan pengetahuan sebagai bentuk praktik/ melakukan, berarti menolak ide bahwa teori dan praktik dapat benar-benar dipisahkan: Keduanya selalu berinterkoneksi dan berjalin berkelindan satu sama lain.

Seringkali, pemahaman yang terkandung didalam pengorganisiran tidak diapresiasi atas bentuk pengetahuan yang dikandungnya; sama halnya teoritisasi seringkali dipisahkan dari lokasi dimana ia diproduksi dan disirkulasikan (yakni dalam praktik). Dalam momen-momen penuh kemungkinan ini, pembukaan dalam aliran sejarah ini, dimana batasan dan penjarakan telah hancur, terbentuk sebuah archipelago kemungkinan dan pemahaman yang merupakan tugas kita untuk memperluasnya dari hari ini menuju hari esok.

 

Tulisan ini merupakan transkrip dari buku Constituent Imagination (yang diedit oleh Antonio Negri, Michael Hardt, David Graeber, dll)

Beberapa Wajah Psikoanalisis

Excerpt from Psychoanalisis Lecture by Stillpoint Spaces (https://www.youtube.com/channel/UCZHtX9AiGWNycfM_-W7NIPg)

Psikoanalisis adalah:

1. Pengobatan atas gangguan mental

Apa yang psikoanalis lakukan?

  • -Menyediakan ruang yang aman untuk eksplorasi diri, dimana tidak dapat ditemukan diluar klinik
  • -Menyediakan model untuk refleksi diri, yang dipelajari pasien dari cara psikoanalis merefleksikan dirinya
  • -Menanggung/ bertahan dari serangan
  • -Memahami motivasi tidaksadar, sebab terdapat motivasi dari alam ketidaksadaran kita yang mempengaruhi perilaku kita tanpa kita ketahui
  • -Memahami pola-pola masa lalu di masa sekarang. Psikoanalis mencoba mencari tahu bagaimana pasien mengatur hubungan sosialnya, mengekspresikan emosinya, melekat pada orang lain, cara mereka berpikir, lalu mengaitkannya berdasarkan pengalaman lebih awalnya. Untuk akhirnya menemukan diri otentik kita melalui pemisahan antara hal-hal yang kita ambil dari diri orang lain atau hal-hal yang kita gunakan dalam rangka bertahan dari serangan tertentu.
  • -memahami perasaan irasional mengenai sang terapis

Bagaimana cara mengobatinya?

  • 50 menit per sesi, 10 menit jeda, lalu lanjut 50 menit, dst..
  • Mendudukkan pasien di sofa
  • Terapis mengatakan kepada pasien, “Katakan apa saja yang lewat di kepala anda, tidak peduli apabila menurutmu tidak relevan, memalukan atau bodoh .. “
  • Terapis sebagai layar kosong tanpa suara yang secara emosional tidak terlibat, seperti dokter bedah.