Potongan Wawancara Dengan Mustapha Khayati

Oleh Gérard Berréby

Brussels, 4 Juli 2014

GB: Kapan dan keadaan apa anda bertemu Raoul? Kesan apa yang ia dapatkan darimu, termasuk bidang personal seperti bidang teoritis dan politis?

MK: Kami menemukan Raoul – Aku mengatakan “kami” karena, pada waktu itu, dari tahun 1962 sampai 1966, terdapat sekelompok teman di Strasbourg, meliputi Theo Frey, saudarinya Edith, Jean Garnault, Bechir Tlili dan saya sendiri.Kami berbagi ide yang sama dan kesenangan yang sama – ini berkat membaca “Banalitas Dasar” yang dipublikasikan dalam edisi #7 dan #8 dari jurnal Internationale Situationniste. Adalah Tlili yang memiliki salinan dari edisi #7 dan kami semua membacanya secara bergiliran. Jurnal tersebut menciptakan kesan yang kuat bagi kami. Kami kemudian mengetahui bahwa “Banalitas Dasar” merupakan tulisan yang paling kuat dalam edisi tersebut, dan kami tidak berhenti mendiskusikannya selam pertemuan harian kami di cafeteria restoran universitas Gallia, yang disebut ‘Minotaur.”

Setelah membaca edisi-edisi lain dari I.S., khususnya edisi #6, #8 dan #9, kami memutuskan untuk menjalankan sebuah operasi kecil melawan profesor sosiologi Abraham Moles, seorang ahli sibernetika dan sosiologi Amerika. Sebelumnya Debord telah mengutukinya dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan dalam edisi #9, bulan Agustus 1964, dalam sebuah tulisan yang berjudul “Korespondensi dengan seorang Ahli Sibernetika.” Kami ingin menyabotase konferensi yang ia kelola bersama seniman Nicolas Schoeffer pada bulan Maret 1965 di Strasbourg. Dengan berkoordinasi dengan Debord, yang dengannya aku telah mulai berkorespondensi sebelumnya, kami menyusun dan mendistribusikan sebuah risalah “La Torture dans la Vitrine.” Risalah ini menandai keanggotaan kami dalam Situasionis Internasional, pertama-tama secara implisit kemudian secara formal. Karena kami hanya mengenal Guy Debord dan Rene Vienet, kami berusaha untuk bertemu Raoul Vaneigem, yang tinggal di Brussels. Hal ini hanya mungkin dilakukan pada bulan Oktober atau November 1965. Kami telah mendistribusikan “Ditujukan Kepada Kaum Revolusioner Algeria,” dan Debord dan aku sedang dalam proses penyelesaikan artikel yang berjudul “Perjuangan kelas di Algeria,” yang dipublikasikan dalam edisi #10. Dan karena kami telah memutuskan untuk mendistribusikannya pertama kali di Algeria, maka ia membutuhkan sebuah catatan yang menyertainya yang ditulis oleh SI. Debord pergi bertemu Raoul di Paris dan telah menyiapkan sebuah draft kasar yang kami kerjakan ulang di Brussels. Ia menegaskan kepadaku bahwa Raoul telah menunggu kami semua ketika ia memberikanku rencana perjalanan yang harus kami jalani menggunakan mobil di avenue de Fleron, di Foret, Belgia.

Karenanya kami bertemu Raoul dalam suasana yang penuh dengan persahabatan dan euforia, dan kami dibuat takjub dengan kelembutannya, keinginan baiknya dan kesederhanaannya. Kontrasnya dengan Debord, yang “serius” namun ramah dan selalu “berteori,” lebih dari menakjubkan bagi kami. Dengan Raoul, siapa saja dapat bercanda gurau dan berbicara tentang apa saja dengannya. Waktu itu, kelompok Strasbourg memiliki kebiasaan buruk, yakni periang dan suka mengejek apa saja – hal tidak ini tidak diketahui selama kami berada di Brussels. Mengerjakan ulasan yang disiapkan oleh Debord, kami sedikit terlalu sembrono dan telah menyusun sebuah teks, tentu saja pendek namun juga penuh blunder.Tulisannya bersifat pseudo-objektif dan kontennya terlalu meromantisir. Tulisan itu membutuhkan kritik yang sangat tepat oleh Debord, yang secara blak-blakan melihat tulisannya “buruk,” dan juga membutuhkan diskusi-diskusi selama lebih dari sebulan, untuk membuatnya sampai pada bentuknya yang layak dipublikasikan. Kesan umum dari pertemuan pertama ini selalu teringat bagi kami: sementara Debord dapat dikenali melalui tulisannya, tulisan Vaneigem seakan ditulis oleh orang lain. Kami sangat senang dengan perjalanan ini dan kami berjanji untuk kembali.

Pada konferensi ketujuh [dari SI] pada bulan Juli 1966, kami banyak berdiskusi tentang masalah-masalah praktis maupun teoritis, terkadang dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Seingatku, dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan – detail yang tidak lagi kuingat –Debord dan Aku tidak sepakat dengan Raoul...(Bersambung!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s