TESIS MENGENAI REVOLUSI KEBUDAYAAN

Image result for cultural revolution

Guy Debord

1

Tujuan tradisional dari estetika adalah untuk membuat orang merasakan — dalam kekurangan dan ketiadaannya — suatu unsur tertentu dari kehidupan yang mana melalui mediasi seni akan terlepas dari membingungkannya penampilan/ appearance, mengingat penampilan itu ditentukan oleh waktu. Dengan demikian, tingkat keberhasilan dari estetika diukur melalui keindahan yang tak dapat dipisahkan dari durasi, dan bahkan cenderung mengklaim keabadian. Tujuan situationis adalah partisipasi langsung dalam kelimpahan gairah kehidupan, melalui beragam momen-momen sekilas yang diatata dengan teliti. Keberhasilan momen-momen ini hanya dapat menjadi efek sekilasnya saja. Situasionis memahami aktivitas kebudayaan, dari sudut pandang totalitas, sebagai metode eksperimental untuk mengkonstruk hidup keseharian, yang dapat dengan permanen dikembangkan melalui peningkatan waktu luang dan penghilangan pembagian kerja (dimulai dengan pembagian kerja artistik). Continue reading “TESIS MENGENAI REVOLUSI KEBUDAYAAN”

Advertisements

Logika Insureksi

Alfredo M. Bonanno
1984

Kalau kita mendengarkan kata insureksi, kita sering langsung memikirkan tentang beberapa momen pemberontakan di masa lalu, atau membayangkan pertempuran yang serupa di masa depan. Insureksi spontan terjadi ketika orang-orang didorong (dieksploitasi) hingga melampaui batas ketahanan mereka. Beberapa kejadian telah terjadi: pertempuran jalanan, penyerangan atas polisi, penghancuran simbol-simbol kapitalisme (bank, toko perhiasan, supermarket, dsb). Sementara momen-momen kekerasan massa seperti itu terjadi, kaum anarkis masih belum siap, terpukau dengan kenyataan bahwa apatisme hari kemarin, hari ini berubah menjadi ledakan kemarahan. Continue reading “Logika Insureksi”