Definisi-Definisi

Catatan penyunting: Tulisan ini merupakan revisi dari terjemahan di http://situasionis-internasional.blogspot.co.id/2014/01/definisi-definisi.html (disunting pada tanggal 31 Mei 2017)
Catatan penerjemah: seluruh definisi ini dikonstruksi dan diartikulasikan oleh Situationnist International dalam kerangka sebagai alat bantu bagi mereka yang berada di luar lingkar grup ini untuk dapat memahami analisis yang menggunakan terminologi seperti di bawah ini dalam teks-teks mereka. Penting untuk dipahami bahwa kerangka analisis dan interpretasi definisi ini tidaklah bisa diletakkan dalam pendekatan yang justru “anti-situasionist”. Definisi-definisi ini juga tidak bisa diartikan sebagai bagian yang terpisah dan dapat berdiri sendiri tanpa melihat relasinya dengan terma-terma lain yang mendukung tesis-tesis dalam sebuah tulisan yang diproduksi oleh Situationist International.

Internationale Situationniste #1 (June 1958)
SITUASI YANG TERKONSTRUKSI 
Sebuah momen dalam hidup yang secara nyata dan sengaja dikonstruksi oleh organisasi kolektif dari sebuah suasana uniter dan dan sebuah permainan dari peristiwa-peristiwa.
SITUASIONIS 
Terkait dengan teori atau aktifitas praktek untuk mengkonstruksi situasi-situasi. Seseorang yang terlibat dalam upaya pengkonstruksian situasi. Anggota dari Situasionis Internasional.
SITUASIONISME
Sebuah terminologi tak bermakna yang diturunkan secara tidak benar dari pengertian di atas (lihat: Situasionis). Sejatinya tidak ada yang namanya situasionisme, sebab hal ini berarti doktrin untuk menginterpretasikan kondisi-kondisi yang ada. Situasionisme tak pelak lagi merupakan rancangan para anti-situasionis.
PSIKOGEOGRAFI
Sebuah studi yang mempelajari efek-efek tertentu dari lingkungan geografis (baik itu yang secara sadar dikelola ataupun tidak) Yang mempengaruhi emosi-emosi dan perilaku individu-individu.
PSIKOGEOGRAFIKAL
Terkait dengan psikogeografi. Sesuatu yang memanifestasikan efek-efek emosional langsung dari lingkungan geografis.
PSIKOGEOGRAFER
Seseorang yang melakukan eksplorasi dan melaporkan (atau mencatat) fenomena geografis.
DERIVE
Sebuah model tingkah laku esksperimental yang dihubungkan dengan kondisi-kondisi masyarakat urban: sebuah teknik gerak berpindah melalui beragam karakter dan atmosfer tempat-tempat. Terminologi ini juga mengacu pada masa-masa deriving spesifik yang tidak terinterupsi.
URBANISME UNITARIAN
Teori tentang kombinasi penggunaan seni dan teknik-teknik (tertentu) sebagai sarana untuk dikonstribusikan demi pengkonstruksian sebuah lingkungan terpadu dalam relasi-relasi dinamisnya dengan eksperimen-eksperimen perilaku.
DETOURNEMENT
Singkatan dari “detournement atas elemen-elemen estetik yang sudah ada sebelumnya”. Pengintegrasian produksi artistik hari ini atau masa lampau ke dalam pengkonstruksian lingkungan sosial yang lebih besar. Dalam hal ini, tidak akan ada yang namanya lukisan atau musik situasionis, tapi hanya penggunaan yang bersifat situasionis atas sarana-sarana tersebut. Dalam pengertiannya yang lebih mendasar, kegiatan detournement yang dilakukan didalam lingkungan budaya tua merupakan metode propaganda, metode untuk mengungkapkan kelusuhan dan ketidakbermaknaan lingkungan budaya tua tersebut.
BUDAYA/ KULTUR
Refleksi dan pengandaian kemungkinan-kemungkinan pengelolaan kehidupan harian dalam momen-momen historis yang ada; paket utuh dari estetika, perasaan-perasaan dan adat istiadat yang melaluinya kolektif-kolektif bereaksi terhadap kehidupan yang secara objektif dideterminasi oleh modus perekonomiannya. (Kami mendefinisikan terminologi ini hanya dalam perspektif mengenai penciptaan nilai-nilai, tidak dari perspektif yang bertujuan untuk mengajarkan hal tersebut.)
DEKOMPOSISI
Proses di mana bentuk-bentuk budaya tradisional telah menghancurkan dirinya sendiri sebagai akibat dari kemunculan sarana-sarana lebih besar untuk mendominasi alam yang memunginkan dan mengharuskan suatu usaha pengonstruksian kulturalyang lebih besar. Kita dapat membedakan antara fase aktif dari dekomposisi dan pembongkaran efektif atas suprastruktur tua — yang berakhir sekitar tahun 1930an — dan fase repetisi yang kemudian berlaku sejak saat itu. Penundaan yang terjadi didalam transisi dari dekomposisi menuju konstruksi baru, berkaitan dengan penundaan yang terjadi dalam pemusnahan revolusioner atas kapitalisme.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s