Teori Uang Marx

image-01-large

Dengan cara yang sama dengan teorinya tentang sewa, teori uang Marx merupakan penerapan langsung dari teori tenaga kerja dari nilai. Karena nilai hanyalah perwujudan dari tenaga kerja yang dibutuhkan secara sosial, maka pertukaran komoditas satu sama lain sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang dimuatnya. Ini memang benar dalam kasus pertukaran besi dengan gandum, sebagaimana pertukaran besi dengan emas atau perak. Teori uang Marx karenanya pertama-tama adalah teori komoditi dari uang. Komoditi tertentu dapat memainkan peran sebagai medium universal pertukaran, dan juga melaksanakan fungsi dari uang, tepatnya karena ia adalah komoditi, dengan kata lain, karena ia sendiri merupakan produk dari tenaga kerja yang dibutuhkan secara sosial. Hal ini berlaku pada logam mulia sebagaimana juga berlaku pada segala macam komoditi yang, disepanjang sejarah, telah memainkan peran sebagai uang.

Persoalan ini kemudian diikuti dengan pergolakan besar dalam nilai ‘intrinsik’ dari komoditi-uang yang akan menyebabkan pergolakan besar dalam tingkat harga umum. Dalam teori uang Marx, harga (pasar) tidak lebih dari sekedar ekspresi dari nilai komoditi dalam nilai dari komoditi uang yang dipilih sebagai standar moneternya. jika $1 =1/10 ons emas, formula ‘harga dari 10 kuarter gandum adalah $1 berarti bahwa 10 kuarter gandum telah diproduksi dengan waktu tenaga kerja yang dibutuhkan secara sosial yang sama dengan 1/10 ons emas. Penguraran yang besar dalam produktivitas rata-rata dari tenaga kerja penambangan emas (sebagai hasilnya, contohnya, akibat penipisan lapisan emas yang lebih kaya) akan berdampak pada penurunan besar umum dari tingkat harga rata-rata, sementara hal-hal lainnya tetap setara. Demikian pula, peningkatan yang radikal dan tiba-tiba dari produktivitas rata-rata tenaga kerja dalam penambangan emas, melalui penemuan medan emas kaya yang baru (Kalifornia setelah 1848; Rand di Afrika Selatan pada tahun 1890an) atau melalui penerapan teknologi revolusioner baru, akan berdampak pada peningkatan umum tingkat harga dari semua komoditi lainnya. 

Dengan mengesampingkan goyangan jangka-pendek, tingkat harga umum akan bergerak dalam periode jangka menengah dan panjang berdasar kepada relasi antara fluktuasi produktivitas tenaga kerja dalam agrikultur dan industri di satu sisi, dan fluktuasi produktivitas tenaga kerja dalam penambangan emas (jika emas adalah komoditi uang), di sisi lainnya.

Mendasarkan dirinya pada teori komoditi dari uang tersebut, Marx dengan demikian dikritik sebagai penganut teori kuantitas Ricardo yang tidak konsisten. Namun tepat dengan alasan yang sama dari penerapan teori tenaga kerja dari nilai, kuantitas uang didalam sirkulasi masuk kedalam analisis ekonomi Marx ketika ia berurusan dengan fenomena uang kertas.

Sebab emas memiliki nilai intrinsik, seperti semua komoditas lainnya, maka tidak mungkin ada ‘inflasi emas’, sebagaimana tidak mungkin ada inflasi ‘baja’. Abstraksi yang dibuat dari fluktuasi harga jangka-pendek disebabkan oleh fluktuasi antara permintaan dan penawaran, penurunan tetap dari emas (tepatnya seperti semua komoditi lainnya) hanya dapat merupakan hasil dari peningkatan tetap dalam produktivitas tenaga kerja rata-rata dalam penambangan emas dan bukan hasil dari ‘kelebihan’ dari sirkulasi emas. Jika permintaan terhadap emas jatuh secara konsisten, ini hanya dapat secara tidak langsung mendorong penurunan nilai dari emas dengan menyebabkan penutupan dari tambang emas yang paling tidak produktif. Tapi dalam kasus komoditi-uang, overproduksi seperti itu sulit terjadi, disebabkan oleh fungsi spesial dari emas yang berfungsi sebagai dana cadangan universal, baik secara nasiional maupun internasional. Karenanya saya akan selalu menemukan pembeliyang tentu saja tidak selalu pada ‘harga’ yang sama (dalam teori ekonomi Marx, konsep ‘harga emas’ tidak bermakna sama sekali. Selagi harga dari komoditi tepatnya adalah ekspresinya dalam nilai dari emas, ‘harga emas’ akan menjadi ekspresi dari nilai emas dalam nilai emas)

Uang kertas, catatan bank, merupakan petanda uang yang merepresentasikan kuantitas tertentu dari komoditi-uang. Dimulai dari contoh yang telah dikemukakan diatas, catatan bank seniali $1 merepresentasikan 1/10 ons emas. Ini adalah ‘fakta kehidupan’ yang objektif, yang tidak satu pemerintahan atau otoritas moneter pun yang dapat mengubahnya dengan sewenang-wenang. Berikut bahwa emisi apapun terhadap uang kertas yang lebih dari proporsinya yang ada akan secara otomatis berdampak kepada peningkatan tingat harga umum, selalu barang-barang lainnya juga tetap setara. Jika $1 tiba-tiba hanya merepresentasikan 1/20 ons emas, karena sirkulasi uang kertas telah berganda tanpa peningkatan yang signifikan dalam waktu tenaga kerja total yang dikeluarkan didalam ekonomi, maka tingkat harga akan cenderung berganda pula. Nilai dari 1/10 ons emas tetap setara dengan nilai dari 10 kuartal gandum. Tapi ketika 1/10 ons emas sekarang direpresentasikan dengan $2 dalam catatan bank kertas ketimbang direpresentasikan oleh $1, harga dari gandum akan bergerak dari $1 ke $1 untuk 10 kuartal.

Ini tidak berarti bahwa dalam kasus uang kertas, Marx sendiri telah menjadi mendukung dari teori kuantitas dari uang. Sementara terdapat analogi aneh antara teorinya tentang uang kertas dan teori kuantitas, perbedaan utamanya adalah penolakan oleh Marx atas otomatisme mekanis apapun antara kuantitas dari uang kertas yang dikeluarkan di satu sisi, dan dinamika umum dari ekonomi (termasuk tingkat harga) di sisi lainnya.

Dalam penjelasan Marx tentang pergerakan dari ekonomi kapitalis dalam totalitasnya, formula ceteris paribus tidak bermakna sama sekali. emisi eksesif dari uang kertas tidak pernah terjadi dalam kevacuuman. Ia selalu terjadi pada tahap tertentu dari siklus bisnis, dan dalam fase tertentu dari evolusi historis yang berjangka waktu lebih panjang dari kapitalisme. Dengan demikian itu selalu dikombinasikan dengan naik turunnya tingkat profit yang ada, dari produktivitas tenaga kerja, dari output, dari kondisi pasar (overproduksi atau produksi yang tidak memadai). Hanya dalam hubungannya dengan fluktuasi lainnya inilah efek dari ‘infasi’ atau ‘deflasi’ uang kertas dapat dinilai, termasuk efeknya pada tingkat harga umum. Variabel kunci berada di medan produksi. Resultan sintetik kunci ada di medan profit. Momen harga secara umum epifenomena sebanyak yang ditandakannya.

Hanya dalam kasus inflasi pelarian yang ekstrim dari uang kertas hal ini dapat menjadi lain; dan bahkan dalam kasus sampingan itu, pergerakan harga relatif (derajat berbeda dari peningkatan harga bagi komoditi yang berbeda) akan tetap menyepakati bahwa, dalam analisis terakhir, aturan dari hukum nilai, dan bukan keputusan arbitrer dari Bank Sentral atau otoritas apapun yang mengontrol atau mengeluarkan uang kertas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s