Biografi: Louise Michel

Louise_Michel2_colorized_photo

Louise Michel (Ejaan bahasa Prancis: [lwiz miʃɛl]; 1830–1905) adalah seorang Anarkis dari Prancis, guru sekolah, pekerja medis, dan figur penting dalam Komune Paris. Ia sering menggunakan nama samaran Clémence dan juga dikenal sebagai Perawan merah dari Montmartre. Jurnalis Brian Doherty menyebutnya “Grande dame Prancis anarki,” Sejarawan Yale John Merriman mengatakan: “Ia mendorong kemunculan hak-hak perempuan, menyatakan bahwa seseorang tidak dapat memisahkan ‘kasta perempuan dari kemanusiaan”.


Biografi
Louise Michel lahir di Château of Vroncourt (Haute-Marne) pada 29 Mei 1830, anak tidak resmi dari seorang budak-pembantu, Marianne Michel, dan seorang châtelain, Etienne Charles Demahis.

Ia dibawa oleh ibu dan orangtua bapaknya ke sekitar desa Vroncourt-la-Côte dan mengenyam pendidikan liberal. Ia kemudian tertarik dengan adat tradisional, legenda dan mitos folklore. Setelah kematian kakeknya pada tahun 1850 ia dididik menjadi tenaga pengajar, tapi penolakannya untuk mengakui Napoleon III menghalanginya untuk masuk ke sekolah negara. Ia menjadi anti-bonapartis yang keras, dan bahkan disebut pernah berniat untuk membunuh Napoleon III. pada tahun 1866 ia menemukan jalannya menuju kerja-kerja charity dan politik revolusioner. Pada tahun 1866 kelompok feminis yang bernama Société pour la Revendication du Droit des Femmes mulai mengadakan pertemuan di rumah André Léo. Termasuk anggotanya adalah Paule Minck, Eliska Vincent, Élie Reclus dan istrinya Néomie, Mme Jules Simon, Caroline de Barrau, Maria Deraismes dan Louise Michel. Disebabkan oleh berbagai opini, kelompok tersebut memutuskan untuk fokus pada persoalan memperbaki pendidikan anak perempuan.

Paris
Selama komune paris di tahun 1871, Louise Michel aktif sebagai perempuan ambulance yang mengobati orang-orang yang terluka dari barikade. selama pengepungan Paris dalam perang Franco-Prussian, ia tanpa lelah menyerukan perlawanan melawan Prussia. Pada pendirian komune, ia bergabung di National Guard. Ia mendapat kesempatan untuk menembak Adolphe Thiers, presiden Republik Prancis, dan menyarankan penghancuran atas Paris sebagai bentuk balas dendam terhadap kemenangan Prussia.

Ia bersama dengan Communard, yang menjalani pertarungan terakhir mereka di perkuburan Montmartre, dan bersekutu dengan Théophile Ferré, yang dieksekusi pada bulan November 1871. Michel mendedikasikan sebuah puisi perpisahan yang menyentuh kepada Ferré, l’œillet rouge (The Red Carnation). Ketika mengetahui kehilangan ini, Victor Hugo mendedikasikan puisinya Viro Major untuk Michel. pernyataan yang menyentuh ini mungkin salah satu sumber dari titik awal yang menandai karir Michel, dan membuatnya terkenal dikalangan musuh-musuhnya.

Berikut puisi L’œillet rouge:

If were to go to the black cemetery
Brothers, throw on your sister,
As a final hope,
Some red ‘carnations’ in bloom.

In the final days of Empire,
When the people were awakening,
It was your smile red carnation
which told us that all was being reborn.

Today, go blossom in the shadow of the black and sad prisons.
Go, bloom near the somber captive,
And tell him/her truly that we love him/her.
Tell that through fleeting time
Everything belongs to the future
That the livid-browed conqueror
can die more surely than the conquered.

Pada bulan Desember 1871, Michel dibawa ke pertemuan keenam dari perang, didakwa atas perlawanan, termasuk mencoba untuk menggulingkan pemerintahan, mendorong warga kota untuk mempersenjatai diri, dan menggunakan senjata dan mengenakan seragam militer. Dengan penuh semangat perlawanan, ia mengucapkan janji untuk tidak akan menyerahkan Komune, dan menantang hakim untuk menjatuhinya hukuman mati. berdasarkan informasi, Michel memberitahu hakim, “Sejak rasa-rasanya setiap jantung yang berdenyut demi kebebasan tidak lagi memiliki hak atas apapun selain secuil akses, aku menuntut jatahku. Jika kau membairkanku hidup, aku tidak akan pernah berhenti meneriakkan balas dendam.”

Ia menghabiskan 12 bulan didalam penjara dan dijatuhi hukuman deportasi.

Pada waktu ini pemberitaan Versailles menamainya la Louve rouge, la Bonne Louise (the red she-wolf, the good Louise).

Pembuangan

Michel dinaikkan ke kapal Virginie pada 8 Agustus 1873, untuk diasingkan ke New Caledonia, dimana ia tiba empat bulan kemudian. Ketika diatas kapal, ia berkenalan dengan Henri Rochefort, polemisis terkenal, yang menjadi teman Michel sampai kematiannya. Ia juga bertemu dengan Nathalie Lemel, figur lain yang aktif didalam komune. Kemungkinan besar, hubungan yang terakhir ini yang membuat Louise menjadi seorang anarkis. Ia menetap di New Caledonia selama tujuh tahun, menolak perlakuan spesial yang diberikan untuk perempuan. Berteman dengan Kanaks lokal, ia mencoba untuk mendidik mereka dan, tidak seperti orang lain di komune, berpihak kepada mereka dalam pemberontakan Kanak tahun 1878. Ia bahkan dikatakan mengirimkan pemimpin pemberontakan, Ataï, selembar syalnya.

Tahun selanjutnya, ia memperoleh izin untuk menjadi guru di Nouméa bagi anak-anak dari mereka yang diasingkan — diantara mereka terdapat banyak Kabyles Aljazair (“Kabyles du Pacifique”) dari pemberontakan Cheikh Mokrani (1871)—dan kemudian di sekolah untuk anak perempuan.

Kembali Ke Prancis

Pada tahun 1880, amnesti diberikan kepada Communard dan Michel kembali ke Paris, passion revolusionernya masih konstan. Ia memberikan pidato publik pada tanggal 21 November 1880 dan melanjutkan aktivitas revolusionernya di Eropa, menghadiri kongres anarkis di London tahun 1881, dimana ia mengadakan demonstrasi, berbicara kepada khalayak luas, dan mengepalai sekolah libertarian. ketika di London, ia juga menghadiri pertemuan di Taman Russell, tempat tinggal Pankhurst dimana ia memberikan impresi khusus pada Sylvia Pankhurst muda.

Ia berkeliling Prancis, menyuarakan revolusi, dan pada tahun 1883 ia membuat kekacauan massa di Paris yang menjarah toko roti. Karena hal ini ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara, tapi dibebaskan pada tahun 1886, diwaktu yang sama dengan Kropotkin dan anarkis terkenal lainnya. Setelah periode singkat kebebasan, ia lagi-lagi ditahan karena membawakan pidato yang terlalu radikal. Ia dengan cepat dibebaskan, tapi, mendengar bahwa musuhnya berharap untuk membatasi kebebasannya didalam tempat orang sakit jiwa, ia kabur ke Inggris pada tahun 1890. Ia kembali ke Prancis pada tahun 1895, mengambil bagian didalam agitasi yang diprovokasi oleh Dreyfus affair pada tahun 1898, dan sejak saat itu, ia memisahkan waktunya antara konferensi dan tinggal dengan temannya di London.

Selama masa-masa sakitnya ia mengunjungi Aljazair.

Ia mengelilingi Prancis dan membawakan kuliah kepada mereka yang merupakan bagiadari aksi-aksi anarkis ketika ia meninggal di Marseille pada tanggal 10 Januari 1905. Pemakamannya di Paris dihadiri oleh sejumlah besar massa. Kuburan Michel terletak di perkuburan Levallois-Perret, di salah satu daerah perumahan di Paris.

Legasi Sosial

Michel sangat dikagumi atas hubungannya dengan Komune Paris. Sejak kematiannya hingga tahun 1916, demonstrasi diadakan setiap tahun di kuburannya di Levallois-Perret.
Figur legendaris dari gerakan pekerja, ahli dalam memprovokasi massa untuk melakukan aksi, Michel sering dijelaskan dalam bahasa yang umumnya digunakan bagi orang suci dan agamawan, “Bonne Louise” (Good Louise) dan “Vierge rouge” (Perawan Merah).

Ia bersama dengan George Sand, salah satu dari perempuan yang langka di abad ke19 yang mengenakan pakaian laki-laki pada satu tahap di kehidupannya.

Legacy literasi Michel terdiri dari beberapa esai teoritis dan beberapa puisi, legenda dan cerita, termasuk beberapa untuk anak-anak. Mungkin yang paling terkenal dari karyanya adalah novel ribuan halamannya “La misère” (Kemiskinan), yang melawan krisis sosal dari daerah perumahan jauh sebelum persoalan ini dipahami sebagai persoalan.

Meskipun utamanya dikenal atas aktivisme militannya, misalnya atas “revolusi sosial”nya yang terkenal, namanya juga seringkali disebut di sekolah dasar dan menengah di kota-kota Prancis. Ia karenanya memiliki citra implisit dalam budaya Prancis sebagai guru sekolah Prancis.

Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Louise_Michel
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s