Tesis Situasionis Tentang Lalu Lintas

GUY DEBORD

 

Internationale Situationniste #3 (November 1959)

Diterjemahkan ke inggris oleh Ken Knabb

Diterjemahkan suka-suka ke Indonesia oleh Solitary Flaneur

1

KESALAHAN YANG DILAKUKAN oleh semua perencana kota adalah secara esensial memahami kendaraan pribadi (dan hasil tambahannya, seperti motor) sebagai sarana transportasi. Dalam kenyataan, itu adalah simbol materil terpenting dari gagasan mengenai kebahagiaan yang cenderung disebarkan oleh kapitalisme tahap lanjut ke seluruh masyarakat. Kendaraan berada di tengah propaganda umum ini, baik sebagai barang terpenting dari ‘hidup yang teralienasi’ maupun sebagai produk inti dari pasar kapitalis: Sudah umum diketahui di tahun ini bahwa kemakmuran ekonomi Amerika dekat-dekat ini akan bergantung pada kesuksesan slogan “Dua mobil per keluarga.”

2

WAKTU PULANG-PERGI KERJA, seperti yang dengan tepat digarisbawahi oleh Le Corbusier, merupakan tenaga kerja surplus yang secara korespondens mengurangi jumlah waktu “bebas”.

3

KITA HARUS MENGGANTI ‘perjalanan sebagai pelengkap dari kerja’ dengan ‘perjalanan sebagai kenikmatan’.

4

UNTUK MAU MENDESAIN ULANG arsitektur sesuai dengan kebutuhan dari kendaraan privat yang keberadaannya masif dan bersifat parasit, merefleksikan kekeliruan yang paling tidak realistis yang dimana permasalahan yang sebenarnya bersemayam. Sebagai gantinya, arsitektur harus ditransformasikan sesuai dengan perkembangan keseluruhan dari masyarakat, mengkritik semua nilai-nilai sementara yang dikaitkan dengan bentuk-bentuk usang dari relasi sosial (pada urutan pertama adalah keluarga).

5

BAHKAN JIKA selama periode transisional, untuk beberapa saat kita menerima pembagian yang kaku antara zona kerja dan zona tempat tinggal, paling tidak kita harus membayangkan bidang ketiga: mengenai hidup itu sendiri (bidang kebebasan dan waktu luang – esensi dari kehidupan). Unitary Urbanism tidak mengakui batasan; sasarannya adalah untuk membentuk lingkungan manusia terintegrasi dimana pemisahan seperti kerja/waktu luang atau publik/privat pada akhirnya akan hilang. Tapi sebelum ini menjadi mungkin, aksi minimum unitary urbanism adalah untuk memperluas medan permainan bagi semua konstruksi yang diinginkan. Medan ini akan berada pada tingkat kompleksitas dari kota tua.

6

INI BUKANLAH soal menentang otomobile dengan menganggapnya sudah bersifat jahat dari dasarnya. Ini soal konsentrasinya yang ekstrem di perkotaan yang telah membawa negasi atas fungsinya. Urbanisme harus dengan jelas tidak menolak otomobile, apalagi harus menerimanya sebagai tema sentralnya. Ini harus berkutat pada penghapusannya secara bertahap. Dalam kondisi apapun, kita harus membayangkan untuk mencegah lalu lintas otomotif dari area pusat kompleks baru, sebagaimana dari beberapa perkotaan tua.

7

MEREKA YANG PERCAYA bahwa otomobile itu kekal, dan tidak berpikir, bahkan dari sudut pandang teknologis semata-mata, mengenai bentuk transportasi lain di masa depan. Contohnya, beberapa model helikopter berkapasitas satu orang yang kini sedang diuji coba oleh tentara AS yang mungkin akan tersebar di publik umum dalam 20 tahun.

8

PERPECAHAN dialektika dari lingkungan manusia yang menguntungkan bagi otomobile (proyek jalan tol di Paris akan diikuti oleh penggusuran ribuan rumah dan apartemen meskipun krisis perumahan semakin parah) merupakan topeng dari irasionalitasnya dibawah pembenaran pseudopraktikal. Tapi ini dibutuhkan secara praktis hanya dalam konteks persiapan sosial yang khusus. Mereka yang percaya bahwa hal-hal tertentu dari masalah ini bersifat permanen pada faktanya ingin percaya pada permanensi dari masyarakat yang ada sekarang.

9

URBANIS REVOLUSIONER tidak akan membatasi perhatian mereka hanya kepada sirkulasi barang-barang, atau sirkulasi manusia yang terperangkap dalam dunia benda-benda. Mereka akan mencoba untuk menghancurkan rantai tipologis ini, membuka jalan melalui eksperimen mereka demi petualangan manusia menuju kehidupan yang otentik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s