Politikmu Terlalu Membosankan!

Nadia C., CrimethInc.

 

image

Akui saja, politikmu terlalu membosankan. Kau jelas tahu bahwa memang begitulah adanya. Kalau memang tidak, lantas kenapa semua orang merasa jijik ketika kau mengatakan kata itu (politik)? Lantas kenapa semua peserta didalam pertemuan kelompok diskusi teori mu jatuh kedalam titik terendah dalam eksistensinya?Lantas kenapa kaum proletar tertindas tidak menyadari politikmu dan bergabung denganmu dalam pertarungan pembebasan dunia?Barangkali, setelah melalui beberapa tahun penuh perjuangan dalam mendidik mereka tentang ketertindasan mereka, kau kemudian sampai pada kondisi dimana kau menyalahkan mereka atas kondisi mereka sekarang. Mereka mungkin memang ingin ditundukkan dibawah kaki imperialisme kapitalis; bila tidak, lantas kenapa mereka tidak memperlihatkan ketertarikan terhadap alasan politikmu? Lantas kenapa mereka belum bergabung denganmu dalam mengikatkan diri di perabot kayu mahoni, meneriakkan slogan-slogan pada demo-demo yang direncanakan dan diatur dengan hati-hati, dan belum sering mengunjungi toko buku milik seniormu? Lantas kenapa mereka belum duduk dan mempelajari semua terminologi yang dibutuhkan demi pemahaman yang mendalam atas kempleksitas berbagai macam teori?

Kenyataannya adalah, politikmu membosankan bagi mereka sebab politikmu sangat irrelevan. Mereka tahu bahwa gaya kolotmu dalam melakukan demo – pawaimu, tulisan di patakamu, dan rapat-rapatmu – sekarang tidak memiliki kekuatan untuk memberikan efek perubahan yang nyata karena telah menjadi bagian yang dapat diprediksi dalam keadaan status quo hari ini. Mereka tahu bahwa jargon-jargonmu sangat menjauhkan dari realitas sebab bahasanya sangat bersifat akademis, bukan sebuah senjata yang memadai untuk merongrong sistem kontrol. Mereka tahu bahwa pertarungan jarak dekatmu, kelompok pecahanmu dan pertengkaran tak berkesudahanmu terhadap teori-teori temporer tidak pernah dapat mempengaruhi perubahan nyata apapun di dunia yang mereka hadapi sehari-hari. Mereka tahu bahwa tak peduli siapapun yang berkuasa, hukum-hukum apapun yang ada di buku, “isme-isme” apapun yang menjadi panji para intelektual, muatan dari kehidupan mereka tetap saja sama. Mereka – kita – tahu bahwa kebosanan kita merupakan bukti bahwa “politik” ini bukanlah kunci bagi transformasi nyata atas kehidupan. Sebab hidup kita telah cukup membosankan!
Dan kau juga tahu itu. Seberapa banyak dari kalian yang menganggap kerja-kerja politik kalian adalah tanggungjawab? Sesuatu yang kau ikuti sebab kau merasa harus terlibat, ketika dalam lubuk hatimu yang terdalam terdapat jutaan hal yang lebih ingin kau lakukan? Kerja-kerja sukarelamu – apakah karena memang hiburan terfavoritmu, ataukah kau melakukannya sebab kau merasa berkewajiban? Kenapa kau pikir bahwa sangat sulit untuk memotivasi orang lain untuk ikut bersukarela sepertimu? Mungkinkah alasannya adalah, diatas semuanya, perasaan bersalah yang mendorongmu untuk memnuhi “tanggungjawab”mu untuk aktif secara politik? Mungkin kau membumbui “kerja”mu dengan mencoba (sadar atau tidak) untuk mencari masalah dengan penguasa, untuk ditangkap: tidak karena hal ini akan secara praktis melayani alasanmu, namun untuk membuat hal-hal terasa lebih menyenangkan. Untuk menangkap ulang sedikit romansa turbulensi masa lalu yang sekarang telah lama berlalu. Pernahkah kau merasa bahwa kau berpartisipasi dalam sebuah ritual, tradisi yang telah lama mengakar dari aksi-aksi pinggiran, yang betul-betul hanya berfungsi untuk memperkuat posisi dari yang mainstream? Pernahkah kau secara diam-diam berharap untuk lari dari stagnasi dan kebosanan dari “tanggungjawab” politikmu?
Tidak heran bila tidak ada yang bergabung dengan kerja-kerja politikmu. Mungkin kau berkata pada dirimu sendiri bahwa politikmu memang berat, kerja-kerja tanpa imbalan, tapi seseorang harus melakukannya. Sebenarnya, jawabannya adalah, TIDAK.
Kau sebenarnya melakukan tindakan merugikan bagi kami dengan melakukan  politikmu yang membosankan dan melelahkan itu. Sebab faktanya, tidak ada yang lebih penting daripada politik. BUKAN politik dari “demokrasi” dan hukum-hukum Amerika, politik dari mereka yang terpilih menjadi legislatur negara untuk menandatangani tagihan dan mengekalkan sistem yang sama. Bukan politik dari kaum yang berkata bahwa “saya terlibat dalam kelompok gerakan sebab saya menikmati berurusan dengan hal-hal rinci yang sepele dan secara retoris menulis tentang utopia yang tak dapat dicapai”. Bukanlah politik dari pemimpin atau ideologi apapun yang menuntut agar kau berkorban demi “alasannya”. Tapi politik dari kehidupan keseharian kita. Ketika kau memisahkan politik dari pengalaman keseharian individu baik laki-laki maupun perempuan, maka politikmu akan sepenuhnya tidak relevan. Sungguh, itu akan menjadi domain pribadi bagi kaum intelektual yang kaya dan penuh kenyamanan. Lagian siapa yang mau menyusahkan diri mereka sendiri dengan berurusan dengan teori-teori yang menjemukan. Ketika kau melibatkan dirimu dalam politik yang berangkat dari perasaan kewajiban, dan menganggap aksi politik merupakan tanggungjawab membosankan dibanding menjadikannya permainan yang menyenangkan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, maka kau akan menakuti dan menjauhkan orang-orang yang hidupnya sudah terlalu membosankan untuk menjalani kebosanan lainnya. Ketika kau membuat politik menjadi hal yang tidak hidup, hal yang tidak menyenangkan, tanggungjawab yang menjemukan, politik itu akan menjadi hanya menjadi beban lainnya bagi orang-orang, alih-alih menjadi sarana untuk meringkankan beban orang-orang. Dan dengan demikian kau merusak ide mengenai politik bagi orang-orang yang bagi merekalah ide-ide tersebut seharusnya merupakan hal yang paling penting. Sebab semua orang memiliki landasan dalam memahami hidup mereka masing-masing, dalam bertanya kepada diri mereka sendiri tentang apa yang mereka inginkan dalam hidup ini dan bagaimana cara mereka mencapainya. Tapi kau membuat politik bagi mereka terasa menyedihkan, bersifat referensial terhadap diri sendiri, permainan kelas menengah/kaum bohemian yang tidak berarti, permainan tanpa relevansi dengan kehidupan nyata yang mereka jalani.
Apa yang seharusnya menjadi politis? Yakni, baik itu kita menikmati apa yang kita lakukan demi mendapatkan makanan dan tempat tinggal. Baik itu kita merasa seperti interaksi keseharian kita dengan teman, tetangga, dan rekan kerja terasa memuaskan. Baik itu memiliki kesempatan untuk menjalani setiap harinya dengan cara yang kita inginkan. Dan “politik” harus terdiri tidak hanya pendiskusian mengenai pertanyaan-pertanyaan ini, tapi melakukan aksi langsung untuk meningkatkan kualitas hidup kita sekarang. Melakukan aksi dengan cara yang menghibur, menyenangkan, dan menggembirakan – karena aksi politik yang menjemukan, melelahkan, dan bersifat opresif hanya dapat mengekalkan kebosanan, kelelahan, dan opresi dalam hidup kita. Tidak ada lagi waktu yang boleh disia-siakan untuk berdebat mengenai isu-isu yang akan menjadi tidak relevan lagi ketika kita harus pergi bekerja keesokan harinya. Tidak ada lagi demo-demo ritual membosankan yang akan tidak akan terdengar seperti cara yang mencekam untuk menghabiskan Sabtu sore untuk mencari orang yang berpotensi bersukarela – jelasnya, hal-hal yang tidak akan membawa kita kemana-mana. Tidak akan lagi kita “mengorbankan diri kita demi suatu alasan.” Bagi diri kita sendiri, kesenangan dalam hidup kita sendiri dan hidup kawan-kawan kita, harus menjadi alasan kita!
Setelah kita membuat politik menjadi relevan dan menyenangkan, hal-hal selebihnya akan mengikut. Tapi dengan politik yang diritualisasi dan/atau teoritis yang menjemukan, tak akan ada hal yang bernilai yang akan mengikut. Ini bukan berarti bahwa kita seharusnya tidak memperlihatkan ketertarikan terhadap kesejahteraan umat manusia, binatang, atau ekosistem yang tidak menghubungkan kita secara langsung dengan keberadaan keseharian kita. Namun, pondasi dari politik kita harus konkrit: politik kita harus bersifat segera, harus jelas bagi semua orang tentang kenapa politik tersebut layak diupayakan, harus menyenangkan. Bagaimana bisa kita melakukan hal-hal positif bagi orang lain bila kita sendiri tidak menikmati hidup kita sendiri?
Untuk membuat hal ini konkrit dalam suatu momen: suatu sore dengan mengumpulkan makanan dari perusahaan yang akan membuangnya dan menyajikannya kepada orang-orang yang lapar dan orang yang terlalu lelah bekerja demi mendapatkan makanan – ini merupakan aksi politik yang bagus, tapi hanya jika kau menikmatinya. Jika kau melakukannya bersama kawan-kawanmu, jika kau bertemu dengan teman baru ketika kau melakukannya, jika kau jatuh cinta atau bertukar cerita-cerita lucu atau sekedar merasa bangga dengan membantu perempuan dengan mempermudah kebutuhan finansialnya, ini merupakan aksi politik yang bagus. Dilain sisi, jika kau menghabiskan sore hari menulis tulisan yang penuh amarah terhadap tabloid gelap berbau kiri, berkeberatan terhadap kolumnisnya yang menggunakan istilah “anarko-sindikalis”, maka itu tidak akan menyelesaikan apapun, dan kau sudah tahu ini.
Mungkin inilah waktunya kata baru bagi “politik”, setelah kau telah melemparkan kata sumpah serapah terhadap yang lama. Sebab tak ada seorangpun yang dapat ditolak ketika kita berbicara tentang melakukan aksi bersama untuk memperbaiki hidup kita. Dan kemudian kita menghadirkan kepadamu tuntutan kita, yang bersifat tak dapat dinegosiasi, dan harus disepakati secepat mungkin – karena kita tidak akan hidup selamanya, betul kan?
1. Jadikan politik kembali relevan terhadap pengalaman keseharian kita. Semakin jauh objek dari perhatian politik kita, maka semakin kurang ia akan berarti bagi kita, semakin kurang nyata dan menekan terasa bagi kita, dan terasa lebih melelahkan politik bagi kita.


2. Semua aktivitas politik harus membahagiakan dan menyenangkan dalam dirinya sendiri. Kau tidak dapat lari dari kejenuhan dengan menjalani kejenuhan lainnya.


3. Untuk mencapai dua langkah diatas, pendekatan dan metode politik yang sama sekali baru harus diciptakan. Yang lama sudah kadaluarsa, ketinggalan zaman. Mungkin yang lama TIDAK PERNAH menjadi hal yang baik, itulah kenapa dunia kita berjalan sebagaimana hari ini.


4. Nikmati dirimu sendiri! Tidak boleh ada alasan untuk menjadi bosan…atau menjadi orang yang membosankan!

Bergabunglah bersama kami dalam membuat “revolusi” menjadi permainan, permainan yang dimainkan demi mencapai taruhan tertinggi dari semuanya, tapi walaupun demikian, ini tetap merupakan permainan yang menyenangkan!

Diterjemahkan dan dipreteli sana-sini oleh penulis blog 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s