MOMEN-MOMEN KEMUNGKINAN // GENEALOGI PERLAWANAN

Aksi adalah perjuangan untuk membentuk dunia, untuk menciptakannya…. Melakukan aksi adalah sekaligus merupakan bentuk pengetahuan dan pemberontakan… aksi adalah pencarian atas dan pembangunan dari yang umum, yang maksudnya adalah afirmasi atas imanensi abslout.

– Antonio Negri

 

Momen-momen kemungkinan terjadinya perpecahan – Yves Fremion menyebutnya “orgasme sejarah.” Dari pembangkangan budak Yunani sampai penambang San Fransisco, dari Brethren of the Free Spirit sampai Provos Belanda, ledakan sosial ini membebaskan kekuatan imajinasi kolektif dengan cara yang hampir tidak pernah diapresiasi oleh sejarah konvensional. Muncul dengan tanpa pemimpin atau petunjuk dari struktur institusional, mereka membuka jendela menuju kemungkinan dimana segalanya dapat dirubah sekaligus dan dunia dibuat sama sekali baru. Dalam momen-momen ini, pembatas yang memisahkan orang-orang kini terbuka menuju periode yang diperbarui dari kreativitas sosial dan insurgensi. Pekerja berbicara dan mengorganisir dengan mahasiswa, seniman berkolaborasi dengan pengorganisir perumahan, batasan mendasar diantara kategori-kategori ini meluntur seiring antagonisme singular berkombinasi dan dikombinasi ulang. Dimana sebelumnya terdapat perjuangan yang banyak namun terpisah, perjuangan yang sama ini kini digandakan, ditransformasikan, difusikan, dan ditingkatkan secara eksponen dalam kehadirannya dan potensinya. Ini tidak untuk mengatakan bahwa mereka terhomogenisasi atau dikombinasikan menjadi satu hal, tapi lebih kepada situasi dimana komplementaritas dan afinitas berjalin berkelindan, strategi baru yang bergerak dengan langkah yang bersifat ritmik melalui serat-serat/ fabric sosial.

Bentuk-bentuk baru ini mengungkapkan sedikit bentuk dunia masa depan, mengungkapkan kemungkinan untuk membebaskan apa yang ada di hari ini. Kita dapat menelusuri koneksi diantara mereka, sebuah genealogi perlawanan yang menggambarkan secara bersamaan sejarah tersembunyi dan petunjuk arah menuju masa depan.  Tiap-tiap bentuk mengandung kesulitan dan komplikasi, tempat dimana orang harus menggandakan kepercayaannya dan mengambil resiko untuk menjalani sesuatu yang tidak mungkin. Adalah dari momen-momen inilah, dari ruang kreasi inilah, kita dapat belajar dengan sangat baik. Dari College of Sociology yang merubah festival dan acara sakral menjadi perlawanan sampai budaya DIY punk yang menciptakan relasi sosial dan bentuk produksi yang baru, momen-momen ini tidak hanya mengandung praktik untuk diadaptasi dan dilancarkan ulang secara kreatif, tapi juga dalam dirinya sendiri adalah cara memahami dunia dan bentuk penelitian dalam aksi.

Untuk memperlakukan praktik sebagai bentuk mengetahui, dan pengetahuan sebagai bentuk praktik/ melakukan, berarti menolak ide bahwa teori dan praktik dapat benar-benar dipisahkan: Keduanya selalu berinterkoneksi dan berjalin berkelindan satu sama lain.

Seringkali, pemahaman yang terkandung didalam pengorganisiran tidak diapresiasi atas bentuk pengetahuan yang dikandungnya; sama halnya teoritisasi seringkali dipisahkan dari lokasi dimana ia diproduksi dan disirkulasikan (yakni dalam praktik). Dalam momen-momen penuh kemungkinan ini, pembukaan dalam aliran sejarah ini, dimana batasan dan penjarakan telah hancur, terbentuk sebuah archipelago kemungkinan dan pemahaman yang merupakan tugas kita untuk memperluasnya dari hari ini menuju hari esok.

 

Tulisan ini merupakan transkrip dari buku Constituent Imagination (yang diedit oleh Antonio Negri, Michael Hardt, David Graeber, dll)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s