Manifesto Situasionis

17 May 1960
dicetak ulang dalam Internationale Situationniste #4 (Juni 1960)

Translated by Fabian Thompsett, Diterjemahkan ke Indonesia oleh (Neuro)Siska(tastrophe!)

KERANGKA KERJA YANG SUDAH ADA tidak dapat menundukkan kekuatan manusia baru yang kian bertambah berdampingan dengan perkembangan massif dari teknologi dan ketidakpuasan atas kemungkinan penggunaannya dalam kehidupan sosial kita yang nonsense ini.

Alienasi dan penindasan didalam masyarakat tidak dapat terdistribusi diantara sejumlah besar varian, tapi hanya ditolak en bloc (sepenuhnya) dengan masyarakat yang ada ini. Semua gerak kemajuan yang nyata sudah jelas tertunda sampai muncul suatu solusi revolusioner yang menanggapi krisis-krisis berbagai bentuk yang ada sekarang.

Perspektif organisasional apa yang dimiliki kehidupan didalam masyarakat yang secara murni “mereorganisasi produksi diatas basis asosiasi bebas dan setara antara produsen”? Kerja akan semakin direduksi sebagai sebuah kebutuhan eksterior melalui otomatisasi produksi dan sosialisasi barang-barang vital, yang akhirnya akan memberikan kebebasan total bagi individu. Karenanya, manusia terbebas dari seluruh tanggungjawab ekomomi, terbebas dari semua hutang dan tanggung jawab dari masa lalu dan orang lain, umat manusia akan memancarkan nilai surplus baru, yang tak bisa dihitung dengan uang karena sesuatu hal yang mustahil untuk mereduksinya untuk diukur seperti kerja upahan. Jaminan kebebasan bagi setiap orang berada didalam nilai permainan, hidup yang dikonstruksi secara bebas. Praktik-praktik rekreasi menyenangkan ini merupakan kerangka kerja dari satu-satunya jaminan keadilan dengan non-eksploitasi dari manusia atas manusia. Pembebasan permainan, otonomi kreatifnya, akan menggantikan pemisahan kuno antara beban kerja dan waktu luang pasif.

Gereja telah membakar mereka yang disebut sebagai penyihir demi menekan tendensi menyenangkan (ludis) primitif yang dilestarikan dalam perayaan populer. Dibawah masyarakat dominan yang ada sekarang, yang memproduksi permainan semu non-partisipatif yang menyedihkan, aktivitas artistik yang nyata tentunya akan digolongkan sebagai kriminalitas. Aktivitas ini adalah semi-klandestin. Ia hadir dalam bentuk skandal.

Jadi, apa sesungguhnya situasi itu? Situasi adalah realisasi dari permainan yang lebih baik, yang mana lebih tepatnya diprovokasi oleh kehadiran manusia. Pemain revolusioner dari seluruh negara dapat bersatu didalam S.I. untuk memulai kemunculan mereka dari prasejarah hidup keseharian.

Untuk seterusnya, kami menawarkan organisasi otonom para produsen budaya baru, yang independen dari organisasi politik dan serikat yang ada hari ini, sebab kami meragukan kapasitas organisasi tersebut untuk mengorganisir apapun selain dari kepengurusan mereka yang sudah ada.

Sejak momen ketika organisasi ini meninggalkan tahap eksperimental awal demi kampanye publik pertamanya, tujuan yang paling mendesak yang akan kami jalani adalah penyitaan U.N.E.S.C.O. Bersatu dalam tingkatan dunia, birokratisasi terhadap seni dan semua budaya merupakan fenomena baru yang mengekspresikan hubungan timbal balik mendalam dari sistem sosial yang koeksis di dunia diatas basis pelestarian eklektis dan reproduksi masa lalu. Jawaban dari seniman revolusioner terhadap kondisi baru ini haruslah merupakan tipe aksi yang baru. Sebab eksistensi mendasar dari konsentrasi manajerial kebudayaan ini, terletak di sebuah bangunan, menikmati penyitaan dengan cara pemberontakan; dan sebab institusi telah sepenuhnya miskin akan kegunaan bijaksananya diluar perspektif subversif kami, kami melihat usaha penyitaan kami atas aparatus ini dibenarkan sejak zaman sebelum kita. Dan kami akan memilikinya. Kami tegas untuk mengambil alih UNESCO, bahkan bila hanya untuk beberapa saat saja, senan kami yakin kami akan segera mengadakan kerja-kerja yang terbukti paling signifikan dalam klarifikasi dari serial panjang tuntutan.

Apa yang akan menjadi karakteristik mendasar dari budaya baru dan bagaimana ia dapat diperbandingkan dengan seni kuno?

Melawan spectacle, budaya situasionis yang terealisasi memperkenalkan partisipasi total.

Melawan seni yang diawetkan, budaya ini mengorganisir momen kehidupan yang langsung.

Berlawanan dengan seni partikular,  budaya ini akan merupakan praktik global dengan berlandaskan, di setiap momen, diatas segala elemen yang bisa digunakan. Secara alamiah budaya ini akan cenderung mengarah kepada produksi kolektif yang akan berlangsung, tanpa diragukan lagi, bersifat anonim (paling tidak sejauh mana kerja-kerjanya tidak lagi disediakan sebagai komoditas, budaya ini tidak akan didominasi oleh kebutuhan untuk meninggalkan jejak.) Tawaran minimum dari pengalaman ini adalah revolusi kebiasaan dan urbanisme uniter yang mampu meluas ke seluruh planet, dan lebih jauh, dapat meluas ke seluruh planet yang dapat ditinggali.

Berlawanan dengan seni sepihak, budaya situasionis akan merupakan seni dialog, sebuah seni interaksi. Seniman hari ini – dengan segala budayanya yang nampak – telah sepenuhnya terpisah dari masyarakat, tepat ketika mereka terpisah satu sama lain melalui kompetisi. Namun dihadapkan dengan kebuntuan kapitalisme ini, seni tetaplah secara esensial bersifat sepihak sebagai responnya. Era primitivisme tertutup ini harus digantikan dengan komunikasi total.

Pada tahap yang lebih tinggi, semua orang akan menjadi seniman, dengan kata lain, secara tak terpisahkan merupakan produsen sekaligus konsumen dari penciptaan budaya total, yang akan membantu pembubaran cepat dari kriteria linier dari kebaruan. Bisa dikatakan, semua orang akan menjadi situasionis , dengan peningkatan multidimensi dari tendensi, pengalaman, atau “mahzab” yang berbeda secara radikal — tidak secara berturut-turut, namun secara serempak.

Kami akan meresmikan apa yang akan secara historis menjadi kerajinan terakhir. Peran dari situasionis amatir-profesional — anti -spesialis — lagi-lagi merupakan spesialisasi sampai pada titik keberlimpahan ekonomi dan mental, ketika semua orang menjadi “seniman,” dalam artian bahwa sang seniman belum mencapai konstruksi dari hidup mereka sendiri. Bagaimanapun, kerajinan terakhir dari sejarah sangatlah dekat dengan masyarakat tanpa pemisahan permanen atas tenaga kerja, sehingga ketika ia muncul diantara SI, statusnya sebagai kerajinan secara umum ditolak.

Kepada mereka yang tidak memahami kami dengan baik, kami akan mengatakan cemooh: “situasionis yang kau percaya bahwa dirimulah yang mungkin merupakan hakimnya, suatu hari akan menghakimimu. Kami menunggu titik balik yang merupakan pembubaran yang tak dapat dielakkan dari dunia kemelaratan, dalam segala bentuknya. Seperti itulah sasaran kami, dan hal-hal ini akan menjadi sasaran dari kemanusiaan di masa depan.”

Sumber: http: //www.cddc.vt.edu/sionline/si/manifesto.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s