Ditujukan Kepada Semua Pekerja

KOMITE ENRAGÉ-SITUATIONIST INTERNATIONAL
DEWAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PENDUDUKAN
30 Mei 1968

Kamerad,

Kabar mengenai apa yang kita telah lakukan di Prancis telah menghantui Eropa dan sebentar lagi akan mengancam semua kelas berkuasa di dunia, mulai dari para birokrat Moskow dan Peking sampai miliarder Washington dan Tokyo. Sama seperti kita yang telah membuat Prancis berdansa, proletariat internasional akan sekali lagi menyerang kapital semua negara dan semua benteng alienasi. Pendudukan atas pabrik-pabrik dan bangunan publik diseluruh negara tidak hanya menghentikan fungsi dari ekonomi, tapi juga telah membuat orang-orang mempertanyakan masyarakat. Pergerakan mendalam mengarahkan hampir setiap sektor populasi untuk mencari transformasi nyata atas kehidupan. Ini adalah awal dari pergerakan revolusioner, pergerakan yang tidak kekurangan apapun selain kesadaran tentang apa yang telah dihasilkannya dalam rangka mencapai kemenangan.

Kekuatan apa yang akan mencoba untuk menyelamatkan kapitalisme? Rezim akan tumbang selain ia mengancam untuk mengambil jalan bersenjata (didampingi oleh janji pemilihan umum baru, yang hanya akan terjadi setelah ketundukan pergerakan) atau bahkan mengambil jalan penindasan bersenjata yang segera. Jika Kiri berkuasa, ia juga akan mencoba untuk melindungi dunia lama melalui konsesi dan melalui paksaan. Pelindung terbaik dari “pemerintahan populer” adalah apa yang disebut sebagai partai “komunis”, partainya birokrat Stalinis, yang melawan pergerakan sejak awal dan yang baru mulai membayangkan keruntuhan rezim de Gaulle hanya ketika ia menyadari bahwa ia tidak lagi kapabel untuk menjadi pelindung utama rezim tersebut. pemerintahan transnasional seperti itu benar-benar menjadi “Kerenskyis” hanya jika Stalinis telah dikalahkan. Semua ini akan benar-benar bergantung pada kesadaran dan kapasitas organisasi otonomis pekerja. Pekerja yang telah menolak persetujuan bodoh yang mengatakan bahwa pemimpin serikat sangat puas dengan kebutuhannya untuk sekedar menyadari bahwa mereka tidak bisa “menang” lebih banyak lagi didalam kerangka ekonomi yang ada, tapi bahwa mereka dapat mengambil segalanya denagn mentransformasikan semua basis ekonomi diatas kepentingan mereka sendiri. Para bos hampir tidak bisa membayar lebih, tapi mereka bisa menghilang.

Gerakan yang ada sekarang tidak menjadi “terpolitisasi” dengan melangkah melampaui tuntutan serikat yang menyedihkan mengenai upah dan gaji pensiun, tuntutan yang secara keliru dihadirkan sebagai “pertanyaan sosial.” Ini melampaui politik: ini menghadapkan pertanyaan sosial dalam kenyataan sederhananya. Revolusi yang telah dalam proses pembuatan selama lebih dari seabad telah kembali. ia hanya dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuknya sendiri. Sudah sangat terlambat bagi birokrat-revolusioner untuk menambal sana-sini. Ketika birokrat yang baru saja ter-Stalinisasi seperti  Andr頂arjonet menyerukan suatu pembentukan organisasi umum yang akan menyatukan “semua kekuatan otentik revolusi … baik itu mereka berbaris dibawah panji Trotsky atau Mao, Anarki atau situasionisme,” kami hanya butuh mengingatkan kembali bahwa mereka yang hari ini mengikuti Trotsky atau Mao, tidak mengataka apapun mengenai menyedihkannya “federasi Anarkis,” tidak ada hubungannya dengan revolusi yang ada sekarang. Birokrat sekarang dapat saja merubah pikiran mereka tentang apa yang mereka sebut “revolusioner yang sejati”, revolusi sejati tidak akan merubah pengutukannya atas birokrasi.

Pada saat sekarang, dengan kekuasaan yang mereka pengang dan dengan partai-partai dan serikat-serikat yang berfungsi sebagaimana fungsinya, para pekerja tidak memiliki pilihan lain selain mengorganisir dir mereka sendiri dalam komite-komite jelata yang bersatu yang secara langsung mengambil alih ekonomi dan semua aspek dari rekonstruksi atas kehidupan sosial, menegaskan otonomi mereka vis-a-vis dengan segala bentuk kepemimpinan politis atau unionis, memastikan pertahanan diri dan persatuan mereka dengan satu sama lain secara regional maupun nasional. Dengan begitu, mereka akan menjadi satu-satunya kekuasaan yang sebetulnya di negara, kekuasaan dari dewan pekerja. Alternatif satu-satunya adalah untuk kembali ke pasifitas mereka dan kembali menonton televisi. Proletariat adalah “revolusioner atau bukan apa-apa.”

Apa sifat-sifat esensial dari dewan pekerja?

  • Pembubaran semua kekuatan eksternal
  • Demokrasi langsung dan total
  • Penyatuan praktis keputusan dan pelaksanaan
  • Delegasi yang dapat ditarik ulang kapanpun oleh mereka yang memandatkannya
  • menghancuran atas hirarki dan spesialisasi independen
  • pengelolaan dan transformasi sadar atas semua kondisi hidup yang terbebaskan
  • partisipasi massa kreatif yang permanen
  • Perluasan dan koordinasi internasionalis

Apa yang dibutuhkan sekarang tidak kurang dari ini. Tidak kurang dari swa-kelola. Waspada terhadap para coopter – bahkan termasuk pendeta – yang mulai membicarakan swa-kelola atau bahkan dewan pekerja tanpa mengetahui syarat minimum ini, karena mereka ingin menyelamatkan fungsi birokratiknya, hak istimewa dari spesialisasi intelektualnya atau karir masa depannya sebagai bos-bos kecil!

Dalam kenyataan, apa yang sekarang dibutuhkan sudah dibutuhkan sebelumnya sejak permulaan proyek revolusioner proletariat. Sudah selalu menjadi pertanyaan tentang otonomi kelas pekerja. Perjuangannya selalu merupakan penghancuran atas kerja upahan, atas produksi komoditas dan negara. Tujuannya sudah selalu untuk mengabulkan sejarah sadar, untuk menekan semua pemisahan dan “semua yang eksis secara independen dari individual.” Konsep revolusi proletariat telah secara spontan terlahir dalam bentuknya yang sesuai dalam dewan-dewan – di St. Petersburg pada tahun 1905, di Turin pada tahun 1920, di Catalonia pada tahun 1936, di Budapest pada tahun 1956. Pelestarian masyarakat lama, atau pembentukan kelas pengeksploitasi yang baru, telah setiap saat berada diatas mayat dewan-dewan.Kelas pekerja sekarang mengetahui musuhnya dan metodenya yang sesuai untuk aksi. “organisasi revolusioner harus belajar bahwa sudah tidak bisa lagi melawan alienasi dengan bentuk teralienasi” (Masyarakat Spectacle). Dewan pekerja sudah jelas merupakan satu-satunya solusi, sejak semua bentuk perjuangan revolusioner lainnya telah membawa kepada arah yang berlawanan dari apa yang ditargetkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s