Situasionis Internasional (Based On Wikipedia)

image

Situasionis Internasional (SI) adalah organisasi internasional, beranggotakan kaum revolusioner sosial yang terdiri atas seniman, intelektual, dan teoretisi politik avant-garde yang terkenal di Eropa sejak pembentukannya pada 1957 sampai pembubarannya pada tahun 1972.

Pondasi intelektual SI berasal terutama dari marxisme anti-otoritarian dan gerakan seni avant-garde dari awal abad 20, khususnya aliran Dadais dan Surealisme. Secara umum, teori situasionis merepresentasikan percobaan untuk mensintesiskan beragam bidang displin teoritis untuk dijadikan kritik modern dan komprehensif terhadap kapitalisme tahap lanjut pertengahan abad-20. Situasionis berpendapat bahwa kapitalisme telah banyak berubah sejak penerbitan tulisan-tulisan awal Marx, namun tetap yakin bahwa analisis Marx mengenai modus produksi kapitalisme tetap benar secara fundamental; mereka mengartikulasikan kembali dan memperluas beberapa konsep klasik marxis, seperti teori tentang alienasi. Dalam interpretasi SI atas teori marxis yang mereka perluas tersebut, kaum situasionis menegaskan bahwa penderitaan dari alienasi sosial dan fetisisme komoditi tidak lagi hanya terbatas pada komponen fundamental dari masyarakat kapitalis, sebab pada saat ini, dimana masyarakat telah berada dalam kapitalisme tahap lanjut, penderitaan tersebut telah tersebar disetiap aspek kehidupan dan kebudayaan. SI menolak ide mengenai keberhasilan nyata kapitalisme tahap lanjut – seperti kemajuan teknologi, peningkatan pemasukan, dan peningkatan waktu luang – yang tidak akan pernah dapat melebihi disfungsi sosial dan degradasi kehidupan keseharian yang ditimbulkannya terus-menerus.

Hal yang terpenting dari teori situasionis adalah konsepnya tentang spectacle, kritik terpadu terhadap kapitalisme tahap lanjut yang mana perhatian utamanya adalah progresifnya peningkatan tendensi menuju ekspresi dan mediasi dari relasi sosial melalui objek.  Kaum situasionis percaya bahwa perubahan ekspresi individual melalui pengalaman hidup langsung, atau pemuasan langsung dari hasrat otentik, menuju ekspresi individual yang terwakili melalui pertukaran atau konsumsi komoditi, atau alienasi second-hand yang pasif, menimbulkan kerusakan yang signifikan dan luas terhadap kualitas kehidupan manusia baik bagi individu maupun masyarakat. Konsep penting lainnya dari teori situasionis adalah mengenai sarana utamanya untuk menangkal spectacle; pengkonstruksian situasi, momen kehidupan yang dikonstruk dengan sengaja untuk tujuan membangunkan kembali dan mengejar hasrat otentik, mengalami perasaan kehidupan dan petualangan, dan pembebasan atas kehidupan keseharian. 

Ketika pertama kali dibentuk, SI pada pokoknya memiliki fokus artistik; menitikberatkan pada konsep seperti urbanisme kesatuan dan psychogeografi. Bagaimanapun, secara bertahap fokus tersebut berubah menuju lebih kepada teori politik dan revolusioner. SI mencapai puncak output dan pengaruh kreatif mereka pada 1967 dan 1968,  dimana dua tulisan paling signifikan dari gerakan situasionis diterbitkan, yakni 

The Society of the Spectacle oleh Guy Debord dan The Revolution of Everyday Life oleh Raoul Vaneigem

Tulisan berisi ekspresi dan teori politik dari dua tulisan yang disebutkan diatas, bersama dengan penerbitan situasionis lainnya membuktikan pengaruh besarnya dalam membentuk ide dibalik insureksi Mei 1968 di Prancis; kutipan-kutipan, frase, dan slogan yang diambil dari tulisan dan publikasi situasionis banyak tersebar di poster-poster dan grafiti-grafiti diseluruh Prancis selama berlangsungnya insureksi.

Etimologi dan Penggunaan

Istilah “situasionis” mengacu pada konstruksi atas situasi, suatu konsep sentral awal dari situasionis Internasional; istilah tersebut juga mengacu pada setiap individu yang saling berhubungan dalam konstruksi atas situasi, atau lebih khususnya, mengacu pada anggota dari SI. Teori situasionis melihat situasi sebagai alat untuk pembebasan hidup keseharian, metode untuk menegasikan alienasi yang menyertai spectacle. Manifesto pendirian dari Situasionis Internasional, Laporan mengenai Konstruksi atas Situasi (1957), mendefinisikan konstruksi atas situasi sebagai “konstruksi konkrit atas suasana sesaat dari kehidupan dan transformasinya menuju kualitas kesenangan yang lebih besar.” 

Internationale Situationniste #1 (June 1958) mendefinisikan situasi yang telah dikonstruk itu sebagai “momen kehidupan yang secara konkrit dan sengaja dikonstruk oleh organisasi kolektif  dalam suasana kesatuan dan permainan peristiwa-peristiwa.” Kaum situasionis berargumen bahwa kapitalisme tahap lanjut memanufakturisasi hasrat yang palsu; secara harfiah dalam artian pengiklanan dimana-mana dan glorifikasi dari kapital yang berakumulasi, dan lebih luasnya dalam abstraksi dan reifikasi dari pengalaman sementara dari kehidupan otentik menuju komoditi. arah eksperimental dari aktivitas kaum situasionis terdiri dari menyesuaian linkungan temporer yang menguntungkan bagi pemenuhan hasrat otentik dan nyata manusia sebagai responnya.

SI menolak dengan tegas penggunaan istilah “situasionisme”, yang mana disebut Debord sebagai “istilah tak bermakna”, menandaskan bahwa “tidak ada sesuatu hal seperti situasionisme, yang mana akan berarti doktrin untuk menginterpretasi kondisi yang ada”. Kaum situasionis mempertahankan sikap oposisi filosofisnya terhadap semua ideologi, menganggapnya sebagai superstruktur abstrak yang pada akhirnya berperan hanya untuk menjustifikasi landasan ekonomi dari masyarakat yang ada; karenanya, mereka menolak “situasionisme” sebagai konsep yang absurd dan kontradiktif. Dalam The Society of Spectacle, Debord menyatakan ideologi sebagai “keinginan abstrak atas universalitas dan ilusi daripadanya” yang mana “dilegitimasi didalam masyarakat modern oleh abstraksi universal dan oleh kediktatoran efektif dari ilusi”. Bagaimanapun, terlepas dari desakan mereka pada titik ini, istilah “situasionisme” tetap sekali-kali digunakan sebagai acuan atas situasionis Internasional.