Pendahuluan Hardt & Negri, Empire

image

      Semenjak kolonialisme terhapuskan diatas dunia, dan babak baru dunia, yaitu globalisasi menjadi sistem baru yang dijalankan sampai hari ini, kita diperhadapkan dengan permasalahan yang baru pula. Sistem kerajaan telah kembali berdiri, namun bukan sistem kerajaan seperti kerajaan Roma, Arab dan lain sebagainya seperti di masa lalu, namun sebuah sistem kerjaan baru, dimana tatanan global berkuasa, yang rajanya adalah gabungan dari berbagai negara yang bergabung menjadi satu dalam sebuah perserikatan dunia. Dimana arus produksi dan pertukaran kapitalis menjadi penguasa, dimana kekuatan politik negara-kebangsaan semakin menurun/ tidak memiliki kontrol penuh akan perekonomian, digantikan dengan kekuatan perekonomian global, dimana batas-batas teritorial perekonomian di dunia ini semakin hilang. 

            Banyak yang berpendapat bahwa globalisasi produksi dan
pertukaran kapitalis berarti relasi ekonomi menjadi lebih otonom/ terbebas dari
kontrol politik, dan konsekuensinya adalah kedaulatan politik mengalami
penurunan. Disatu sisi, sebagian orang merayakan era baru ini dimana ekonomi
kapitalis terbebas dari distorsi dan pembatasan yang diciptakan kekuatan
politik, disatu sisi sebagian orang menyayangkan ini karena menutup jalur
kelembagaan yang dimana dengan melaluinya, para buruh dan masyarakat dapat
mempengaruhi atau menyaingi logika dingin keuntungan kapitalis. Adalah benar
bahwa, sejalan dengan berjalannya proses globalisasi, kedaulatan negara
kebangsaan pun secara progresif menurun. Faktor utama dari produksi dan
pertukaran – uang, teknologi, orang, dan barang dagangan – bergerak seiring semakin
meningkatnya kemudahan melintasi batas negara; maka kekuasaan negara kebangsaan
untuk mengatur arus dan memaksakan kewenangannya atas perekonomian semakin
menurun dan menurun. Negara yang paling dominan pun tidak dapat lagi menjadi
otoritas tertinggi dan berdaulat, baik di dalam maupun diluar negaranya
sendiri. Meskipun kedaulatan negara-kebangsaan
menurun, namun bukan berarti kedaulatan itu sendiri menurun.
Seluruh transformasi kontemporer, kontrol
politik, fungsi negara, dan mekanisme regulasi telah berlanjut dalam mengatur
dunia perekonomian dan produksi dan pertukaran sosial. Hipotesis dasar kami adalah bahwa kedaulatan telah berubah menjadi
bentuk baru, yang terdiri dari serangkaian organisme nasional dan supranasional
yang berserikat dibawah logika peraturan tunggal. Bentuk global baru dari
kedaulatan ini yang kita sebut sebagai Empire (kerajaan).

           Penolakan terhadap
kedaulatan negara-bangsa dan semakin tidak mampunya mereka untuk melakukan
regulasi pertukaran ekonomi dan kultural adalah sebagai fakta bahwa satu dari
gejala utama akan kedatangan Empire. Kedaulatan negara-bangsa adalah landasan
utama dari imperialisme yang dikonstruk oleh kekuasaan Eropa dalam era modern.
“Empire” berbeda dengan imperialisme. Berbeda dengan imperialisme, Empire tidak
memiliki pusat teritorial and tidak bergantung pada batasan yang tetap. Harus
dipertegas disini bahwa digunakannya kata “Empire”/ kerajaan tidak untuk sebagai
metafora, yang membutuhkan penjelasan tentang keterkaitan antara tatanan global
hari ini dengan kerajaan Roma, China, Amerika, dan sebagainya, tapi lebih
kepada konsep, yang digunakan untuk pendekatan teoritis. Konsep empire
dicirikan secara fundamental dengan kurangnya batasan: aturan empire tidak
memiliki batasan. Pertama-tama dan yang paling utama, konsep Empire merupakan
rezim yang dengan efektif meliputi keseluruhan ruang, atau yang mengatur
seluruh dunia berperadaban. Tak ada batas teritorial yang membatasi
kekuasaannya. Yang kedua, konsep Empire menghadirkan dirinya tidak sebagai
rezim bersejarah yang berasal dari penaklukan, tapi lebih sebagai tatanan yang
dengan efektif menghentikan sejarah dan dengan demikian memperbaiki negara yang
sudah ada yang berusaha menjadi kekal. Dari perspektif Empire, ini adalah jalan
dimana berbagai hal akan selalu terjadi dan jalan yang mereka selalu maksudkan.
Dengan kata lain, Empire menghadirkan aturannya tidak sebagai momen sementara
dalam pergerakan sejarah, tapi sebagai rezim tanpa batasan sementara dan dalam
artian ini diluar dari sejarah atau berada pada akhir sejarah. Ketiga, aturan
dari empire mengoperasikan seluruh tatanan sosial yang terdaftar, meluas turun
sampai kedalaman dunia sosial.

            Tugas politis kita, kita akan memperbincangkan, tidak
hanya dengan melawan proses ini tapi untuk mengatur ulang dan mengarahkan ulang
menuju akhir yang baru. Kekuatan kreatif dari sejumlah besar yang menopang
Empire juga mampu membangun secara otonom sebuah konter-Empire, penyusunan
politik alternatif dari arus dan pertukaran global. Perjuangan untuk menyaingi
dan menumbangkan Empire, dan juga untuk membangun alternatif nyata, yang akan
mengambil posisi pada medan imperial itu sendiri – tentunya, demikianlah
perjuangan baru telah mulai muncul. Melalui perjuangan ini dan dengan banyak
bentuk perjuangan lain yang serupa, orang banyak akan membutuhkan suatu
penciptaan demokratik baru dan kekuatan konstituen baru yang nanti akan membawa
kita bergerak melampaui Empire.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s