Morfogenesis Archer

  Sebelum menyimak hubungan dialektis antara agen dan struktur menurut Margaret S. Archer, perlu kiranya kita terlebih dahulu mendefinisikan agen dan struktur. Menurut Anthony Giddens, struktur adalah kumpulan aturan dan sumber yang diorganisasi secara berulang-ulang, sedangkan agen adalah individu atau kelompok yang bersifat terintegrasi dengan struktur, namun dapat juga bersifat otonom. Telah banyak teori yang bermunculan untuk menjelaskan peran agen dan struktur dalam kehidupan sosial/ masyarakat. Namun, polemik yang terjadi selama ini adalah teori-teori tersebut terlalu fokus terhadap peran aktor ataupun peran struktur. Lalu muncullah pemikir-pemikir seperti Archer yang berpendapat bahwa tidak ada dualisme antara struktur dan agen, melainkan kedua hal tersebut saling mempengaruhi dalam siklus dialektika.

   Menurut Archer, untuk menghindari dualisme antara agen dan struktur bukan dengan menyatukannya sebagaimana yang dilakukan oleh Anthony Giddens, namun dengan meneliti bagaimana struktur dan agensi berhubungan satu sama lain seiring waktu. Berikut penjelasan mengenai Hubungan Dialektis antara struktur dan agensi:

1. Pengondisian struktural (T1): Hal ini mengacu pada konteks tempat tindakan terjadi sebagai akibat tindakan sebelumnya dengan melahirkan kondisi tertentu (seperti: perubahan iklim, globalisasi, struktur lembaga politik). Kondisi ini mempengaruhi kepentingan agensi misalnya pengaturan kerja, kesempatan dalam pendidikan, maupun gaya hidup. Tindakan terjadi dalam himpunan kondisi terstruktur yang ada sebelumnya.

2. Interaksi kedua (T2 – T3): Setelah agen-agen dipengaruhi oleh kondisi yang terstruktur pada T1, mereka mulai bereaksi atas kondisi tersebut,karena mereka tetap memiliki dependensi untuk mempengaruhi peristiwa. Pada tahap ini individu dan kelompok saling berintegrasi, melaksanakan kemampuan, keahlian, dan kepribadian masing-masing. Agen akan berupaya memajukan kepentingannya masing-masing dan memengaruhi hasil. DI tahap ini bisa terjadi konflik, megosiasi, atau konsensus antar agen.

3. Elaborasi Struktur (T4): Sebagai akibat dari T2 dan T3, pada taraf tertentu, agen berhasil mengubah kondisi agar sesuai dengan kepentingannya, sementara yang lain mungkin gagal. Proses terbentuknya struktur baru sebagai hasil modifikasi sebagai akibat tindakan T2-T3 oleh Archer inilah yang ia sebut dengan Morfogenesis. T4 menjadi awal (T1) bagi perubahan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s