Kita, Kerja, dan Kapital

           Hai kakak fungsionaris lembaga kemahasiswaan yang cakep dan cantik. Sini, biar kuberitahu kau tentang sistem yang ada di masyarakat kita sekarang dalam urusan pekerjaan. Ya, kau tahu ada banyak sebab-akibat di sekitarmu, namun entah mengapa kau masih saja tidak menyadari kesalahan yang menjadi akar dari semua ini. Jadi mari kuajak kau berefleksi, lalu kapan-kapan kita beraksi. Kapan-kapan..

           Kita bekerja bukan karena keinginan kita, tetapi kita bekerja karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang. Kita menjual waktu dan tenaga kepada bos kita untuk membeli segala sesuatu untuk bertahan hidup. Kita disatukan bersama dengan pekerja lainnya dan ditempatkan dalam tugas yang berbeda. Kita dispesialisasikan dalam aspek pekerjaan yang berbeda-beda dan mengulangi tugas tersebut lagi dan lagi. Waktu kita selama bekerja bukanlah benar-benar bagian dari hidup kita. Waktu tersebut adalah waktu mati yang dikontrol oleh bos dan manager kita.

Selama kita bekerja, kita membuat sesuatu yang bos kita bisa jual. Barang-barang, jasa, atau servis. Kita menyelesaikan pekerjaan bukan karena apa yang kita produksi, namun untuk mendapat gaji, dan bos kita membayar kita untuk melakukannya demi mendapatkan keuntungan.

Dan pada akhirnya, bos kita menginvestasikan ulang uang yang kita hasilkan untuknya, dan memperbesar bisnisnya. Apa yang kita dapatkan dari bekerja hanyalah uang yang cuma cukup untuk kita gunakan membayar kontrakan, makanan, pakaian, dan minuman keras – cukup untuk menjaga kita agar tetap bisa pergi bekerja. Diwaktu ketika kita tidak bekerja, kita hanya menggunakan waktu untuk pergi atau pulang bekerja, bersiap untuk bekerja, dan istirahat karena kecapean bekerja atau mabuk untuk menghilangkan stres karena bekerja.

Satu hal yang lebih parah dari bekerja adalah, tidak bekerja sama sekali. Ketika kita menganggur, kita membuang waktu kita untuk mencari pekerjaan, tanpa dibayar – menjadi pengangguran. Namun, mari berterima kasih kepada para pengangguran, sebab merekalah yang menjaga kita agar bisa tetap bekerja. Dan kerja kita adalah basis dari masyarakat hari ini. Kekuatan yang bos kita dapatkan kian bertambah setiap kali kita pergi bekerja. Hal ini adalah kekuatan dominan di setiap negara di dunia ini.

Waktu bekerja, kita dibawah kontrol para bos kita, dan juga pasar tempat mereka menjual hasil kerja kita. Hidup ini seperti pertunjukan dengan kita sebagai penontonnya dari luar, dan tak memiliki kontrol atas pertunjukan tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat kita dibangun atas kerja, yang tanpanya, akan terjadi krisis yang besar. artinya apa? para pekerjalah yang pada dasarnya memiliki posisi paling menentukan dalam kelangsungan hidup masyarakat meskipun justru merekalah yang paling sedikit memperoleh keuntungan dari sistem ini. Perubahan hanya berada di tangan para pekerja, penggerak utama perekonomian.

Enjoy your life!

(hasil terjemahan dan edit bebas dari salah satu zine komunitas di Eropa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s